Nasional . 05/11/2026, 22:57 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Rentetan erupsi Gunung Semeru pada Kamis, 5 November 2026 memicu tiga kali luncuran awan panas guguran dengan jarak terjauh mencapai 4,5 kilometer dari puncak.
Kondisi tersebut membuat petugas meminta masyarakat, terutama warga di kawasan tenggara atau Besuk Kobokan, meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan awan panas susulan.
Gunung Semeru memiliki ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl). Dalam rangkaian aktivitas vulkanik tersebut, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi sejak pagi.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian menjelaskan, erupsi pertama terjadi pada pukul 06.33 WIB. Saat itu, kolom abu teramati setinggi sekitar 700 meter di atas puncak dengan warna kelabu dan intensitas tebal yang mengarah ke selatan serta barat daya.
"Erupsi itu terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 224 detik. Letusan juga disertai awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 3 kilometer dari puncak," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Sigit Rian Alfian dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jawa Timur.
Aktivitas Semeru kembali meningkat pada pukul 08.43 WIB. Erupsi kedua tersebut disertai awan panas guguran yang meluncur sejauh 3,5 kilometer dari puncak menuju tenggara, tepatnya ke arah Besuk Kobokan.
Kolom abu pada erupsi kedua teramati mencapai sekitar 700 meter di atas puncak. Warnanya kelabu dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Rekaman seismograf menunjukkan amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi erupsi 251 detik.
Belum berselang lama, Semeru kembali mengalami erupsi pada pukul 09.24 WIB. Kali ini, awan panas guguran meluncur hingga 4,5 kilometer dari puncak, sedangkan tinggi kolom abu mencapai sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 mdpl.
"Luncuran awan panas tersebut mengarah ke tenggara atau Besuk Kobokan, sedangkan sebaran abu vulkanik mengarah ke barat daya," katanya.
Sigit menjelaskan, kolom abu pada erupsi ketiga terlihat berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal ke arah selatan dan barat daya. Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 31 mm dan durasi 447 detik.
Melihat beberapa kali luncuran awan panas sejak pagi dengan jarak mencapai 4,5 kilometer, petugas mengingatkan warga di sekitar Gunung Semeru agar tetap siaga. Perhatian khusus ditujukan kepada masyarakat yang berada di sektor tenggara, terutama kawasan Besuk Kobokan, karena awan panas susulan dapat terjadi sewaktu-waktu.
Sigit menyampaikan, aktivitas vulkanik Gunung Semeru saat ini berada pada status Level III atau Siaga. Dengan status tersebut, masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi.
"Di luar jarak tersebut, masyarakat juga tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak," ujarnya.
Selain pembatasan di kawasan Besuk Kobokan, masyarakat juga tidak diperbolehkan beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Kawasan tersebut rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar.
Petugas turut meminta warga mewaspadai ancaman awan panas, guguran lava, serta lahar di sepanjang aliran sungai dan lembah yang berhulu di puncak Semeru.
"Terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," katanya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media