100 Hari Andra Soni: Ketika Banten Tak Lagi Jadi Penonton Pembangunan

news.fin.co.id - 31/05/2025, 19:15 WIB

100 Hari Andra Soni: Ketika Banten Tak Lagi Jadi Penonton Pembangunan

Gubernur dan Wakil Gubernur Banten Andra Soni - Dimyati Natakusumah (Dok. Istimewa)

Pada hari ke-60, Gubernur meresmikan gedung Radiotherapy di RSUD Banten. Fasilitas ini sangat krusial, terutama bagi pasien kanker yang selama ini harus berobat jauh ke Jakarta. Di waktu yang sama, RSUD Cilograng dan RSUD Labuah Sinergi juga diresmikan, menandai komitmen serius dalam pelayanan kesehatan.

Tak kalah penting, Sekolah Gratis untuk SMA/SMK swasta mulai digulirkan. Ini adalah angin segar bagi keluarga prasejahtera yang selama ini harus berjuang membiayai pendidikan anaknya.

Dan di Kabupaten Tangerang, berdiri sekolah baru: SMKN 15, simbol bahwa Banten tak hanya membangun jalan dan jembatan, tapi juga membangun masa depan.

Advertisement

“Anggaran-anggaran buat kunjungan kerja, kita geser buat bangun jalan. Itu perintah Pak Prabowo,” ungkap Andra Soni dalam satu wawancara.

Langkah ini menjadi simbol efisiensi dan keberpihakan. Bukan untuk pencitraan, tapi untuk memastikan bahwa uang rakyat kembali kepada rakyat.

Reformasi Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi

Di tengah kesibukannya, Gubernur Andra Soni juga tetap tegas menyuarakan integritas. Ia sadar, pembangunan tidak akan berjalan jika korupsi masih bercokol.

“Seluruh program akan terlaksana bilamana tidak korupsi,” tegasnya.

Pernyataan ini bukan sekadar retorika. Langkah konkret seperti menertibkan investasi dan membongkar pagar laut ilegal dilakukan tanpa kompromi, menggandeng Forkopimda untuk memastikan Banten jadi daerah yang ramah bagi investasi, namun tetap adil bagi rakyat kecil.

Penutup: 100 Hari yang Bukan Sekadar Angka

Dalam 100 hari ini, Banten bukan lagi sekadar penonton pembangunan. Ia mulai memainkan peran penting dalam mengelola harapan dan merajut kembali kepercayaan publik yang sempat redup.

Program seperti Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) dan bantuan desa Rp100 juta adalah bukti bahwa pemerataan bukan slogan, tapi kerja nyata.

Masih panjang jalan yang harus dilalui. Tapi satu hal pasti: Banten sedang bergerak. Pelan, tapi pasti. Bersama rakyatnya, dengan pemimpin yang memilih bekerja daripada berdebat di podium.

Advertisement
Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID