Waskita Karya Gaet Proyek KLHK Senilai Rp100 Miliar, Garap 14 Gedung di 9 Provinsi

news.fin.co.id - 05/07/2025, 17:05 WIB

Waskita Karya Gaet Proyek KLHK Senilai Rp100 Miliar, Garap 14 Gedung di 9 Provinsi

Waskita Karya mulai garap proyek KLHK senilai Rp100 miliar, bangun 14 gedung di 9 provinsi, target rampung dalam 6 bulan.

fin.co.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk kembali mencatatkan langkah penting di sektor konstruksi nasional. BUMN karya ini resmi memulai pengerjaan proyek Jasa Rancang Bangun Penyediaan Barang Pengganti Milik Negara milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Tanda dimulainya proyek ini dilakukan melalui seremoni peletakan batu pertama (groundbreaking) di Kantor Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) KLHK, Balikpapan, Kalimantan Timur, Sabtu, 5 Juli 2025.

Groundbreaking tersebut dihadiri langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko, Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Walikota Balikpapan Rahmad Mas'ud, hingga Vice President Asset Infrastructure PT Pertamina (Persero) Natalia, serta Direktur Utama PT Patra Jasa Ray S.M. Daulay.

Dalam proyek ini, Waskita akan merenovasi sekaligus membangun 14 gedung KLHK yang tersebar di sembilan lokasi strategis di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, hingga Bali. Di Sulawesi Selatan, misalnya, Waskita mengerjakan tiga proyek, yakni pembangunan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) di Maros, Gedung Kantor Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK), serta Mess BPPHLHK di Makassar.

Sementara di Kalimantan Timur, Waskita akan membangun Pusat Keanekaragaman Hayati dan Plasma Nutfah Nusantara (PHKPNN) di Mentawir dan Kantor P3E di Balikpapan. Proyek lain mencakup pembangunan Gedung Kantor Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah V Palembang di Sumatera Selatan, serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) di Bangka Belitung.

Advertisement

Tak hanya itu, di Bali, empat bangunan akan direnovasi, meliputi Kantor Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gianyar, serta tiga rumah dinas di lokasi berbeda. Tiga proyek renovasi lainnya berada di Jakarta, seperti Rumah Serbaguna Patra Kuningan dan Rumah Negara di Cibubur.

Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko menyatakan seluruh proyek ditargetkan rampung dalam lima hingga enam bulan, dengan nilai kontrak mencapai Rp100,35 miliar. “Ini menjadi bukti kontribusi nyata Waskita Karya mendukung pembangunan infrastruktur pemerintah,” ujarnya.

Ari menekankan proyek akan dilaksanakan tepat waktu dengan mengutamakan keselamatan kerja. Waskita juga mengimplementasikan teknologi Building Information Modelling (BIM) guna efisiensi biaya dan kualitas pekerjaan.

Sebagai BUMN konstruksi berpengalaman lebih dari 64 tahun, Waskita sebelumnya telah mengerjakan berbagai proyek pemerintah, termasuk Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Gedung OJK di Maluku, hingga Gedung DPRD DIY yang groundbreaking-nya dilakukan April lalu. Pada akhir 2024, Waskita juga dipercaya membangun Kantor Gubernur Papua Selatan dan pusat pemerintahan otonomi baru di Merauke. (*)

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID