Kos Eksklusif, Kematian Misterius: Menyingkap Jejak Terakhir sang Diplomat Kemenlu di Menteng

news.fin.co.id - 16/07/2025, 18:58 WIB

Kos Eksklusif, Kematian Misterius: Menyingkap Jejak Terakhir sang Diplomat Kemenlu di Menteng

Kompolnas menyatakan akan turut ambil bagian secara langsung dalam menyelidiki kematian Arya Daru Pangayunan, diplomat Kemenlu yang ditemukan tewas di sebuah kamar kos di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

"Kalau memang bunuh diri, kami ingin tahu motifnya. Kalau itu tindak kejahatan, tentu harus kami lihat apakah konstruksi peristiwanya memungkinkan itu terjadi," tambahnya.

Hingga saat ini, penyebab meninggalnya diplomat Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), ADP, masih menjadi pertanyaan besar dan publik menanti penjelasan resmi dari pihak kepolisian.

Dorongan Transparansi dari Pengamat

Pengamat kepolisian, Bambang Rukminto, menilai bahwa kepolisian seharusnya segera mengungkap penyebab kematian korban guna menghindari munculnya berbagai asumsi di masyarakat.

Advertisement

"Benar (segera disampaikan). Agar tak memunculkan asumsi kemana-mana, progres penyelidikan agar dibuka ke publik. Terutama soal penyebab kematian," katanya saat dihubungi Disway Group, Selasa, 15 Juli 2025.

Ia menambahkan bahwa hasil visum maupun autopsi seharusnya sudah bisa diketahui lebih cepat.

"Memang kesannya dilambat-lambatkan. Padahal hasil visum maupun otopsi harusnya sudah bisa diketahui apa penyebab kematiannya. Apakah karena lak ban atau sebab yang lain," ungkapnya.

Tinjauan Kriminologis

Hingga sepekan setelah kejadian, kasus kematian diplomat Arya Daru masih belum menunjukkan titik terang dan menjadi sorotan masyarakat. Kriminolog Haniva Hasna pun memberikan analisis atas lambatnya perkembangan kasus ini.

Menurut Haniva, sejumlah faktor berikut menjadi hambatan utama dalam penyelidikan:

- Lokasi kejadian bersifat tertutup dan minim saksi

- Jenazah ditemukan setelah beberapa hari, yang membuat proses analisis forensik menjadi lebih sulit.

- Dugaan bahwa modus kejahatan dilakukan secara rapi, bahkan kemungkinan pelaku adalah seseorang yang mengenal korban, dan memahami kondisi tempat kejadian.

Haniva juga menyampaikan sejumlah langkah yang sebaiknya dilakukan penyidik, antara lain:

- Melakukan audit menyeluruh terhadap jejak digital korban

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID