Ia menjelaskan, program cetak sawah adalah program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang diimplementasikan kejaksaan melalui penggunaan lahan aset rampasan milik negara hingga mendapatkan apresiasi dari kalangan luas.
"Capaian ini juga mendapat apresiasi luas tidak hanya dari pemerintah kita, tetapi juga dari lembaga internasional seperti FAO, bahkan hingga Kementerian Pertanian Amerika Serikat. Data BPS mencatat, pertumbuhan kontribusi sektor pertanian terhadap perekonomian mencapai 10,55 persen, angka tertinggi dalam sejarah," kata dia.
"Semua ini bukan semata karena anggaran, melainkan karena kebijakan yang tepat, kolaborasi yang kuat dan dukungan dari semua pihak, terutama kejaksaan," imbuh Mentan mengakhiri.