fin.co.id - Gempa dengan kekuatan 6,9 skala Richter guncang Filipin pada Selasa malam 20 September 2025, menyebabkan sebanyak 22 orang tewas dan sejumlah lainnya luka-luka.
Korban tewas terdapat di Porvini Cebu. Laporan radio DZMM mengatakan, tim penyelamat hingga kini masih terus berupaya menyelamatkan korban dari reruntuhan bangunan.
Dikutip dari theguardian, petugas mitigasi bencana Rex Ygot kepada Associated Press mengatakan, episentrum gempa, yang dipicu oleh patahan lokal, berada sekitar 17 km (10 mil) di timur laut Bogo, sebuah kota pesisir berpenduduk sekitar 90.000 jiwa di provinsi Cebu. Di mana setidaknya 14 penduduk tewas di Desa tersebut.
Sementara itu, Wakil Wali Kota, Alfie Reynes, kepada jaringan radio DZMM mengatakan, 6 orang tewas termasuk tiga personel penjaga pantai, seorang petugas pemadam kebakaran, dan seorang anak di kota San Remigio, selatan Bogo.
Petugas kota terus memeriksa bangunan runtuh di utara Pulau Cebu, beberapa jam setelah gempa terjadi untuk mencari korban.
"Mungkin ada orang yang terjebak di bawah reruntuhan bangunan," ujar Wilson Ramos, seorang petugas penyelamat provinsi.
Badan Geologi AS telah mencatat empat gempa berkekuatan 5,0 atau lebih tinggi di wilayah tersebut sejak gempa pertama.
Pemerintah provinsi Cebu melaporkan sebuah bangunan komersial dan sebuah sekolah di Bantayan runtuh, sementara sejumlah jalan desa mengalami kerusakan.
Di Bogo, gempa merusak dinding beton rumah, sebuah stasiun pemadam kebakaran, dan jalan, kata petugas pemadam kebakaran Rey Cañete.
"Kami sedang berada di barak untuk beristirahat ketika tanah mulai berguncang dan kami bergegas keluar, tetapi tersungkur ke tanah karena guncangan yang hebat," kata Cañete kepada AP.
Gempa tersebut menyebabkan kabel listrik putus, yang mengakibatkan pemadaman listrik di Cebu dan pulau-pulau di sekitarnya.
Gubernur provinsi Cebu, Pamela Baricuatro, mengimbau warga melalui pesan video langsung di akun Facebook resminya untuk: "tetap tenang dan pindah ke area terbuka; menjauh dari dinding atau bangunan yang mungkin runtuh dan tetap waspada terhadap gempa susulan".
Badan Geologi AS melaporkan magnitudo 7,0, sebelum merevisinya menjadi lebih rendah, sementara Pusat Peringatan Tsunami Pasifik menyatakan tidak ada ancaman tsunami.
Filipina, salah satu negara paling rawan bencana di dunia, sering dilanda gempa bumi dan letusan gunung berapi karena letaknya di "Cincin Api" Pasifik. Negara kepulauan ini juga dilanda sekitar 20 topan dan badai setiap tahun.
Gempa 6,9 SR Guncang Filipina, 22 Orang Tewas
news.fin.co.id - 01/10/2025, 10:00 WIB
Tim Redaksi
Ilustrasi gempa