Puluhan Siswa SMK di Tangerang Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pemindahan Massal Akibat Kondisi Sekolah Memprihatinkan

news.fin.co.id - 20/10/2025, 20:38 WIB

Puluhan Siswa SMK di Tangerang Gelar Unjuk Rasa, Tuntut Pemindahan Massal Akibat Kondisi Sekolah Memprihatinkan

Puluhan siswa SMK Al Ansor di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa akibat kondisi sekolah yang memprihatinkan. (rfh)

fin.co.id -  Puluhan siswa SMK Al Ansor di Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk protes terhadap kondisi sekolah yang tidak layak. Para siswa menuntut pemindahan massal ke sekolah lain yang lebih memadai.

Aksi ini dilakukan dengan membentangkan spanduk berisi tuntutan akan pendidikan yang layak. Mereka juga menyoroti ketidakhadiran guru yang sudah berlangsung selama berbulan-bulan, menyebabkan kegiatan belajar mengajar (KBM) terhenti.

Cindy Aura, seorang siswi kelas 12, mengungkapkan keprihatinannya, "Fasilitas sekolah sudah jauh dari kata layak. Ruang kelas bobrok, meja dan kursi rusak, bahkan papan tulis pun tidak ada. Kegiatan belajar mengajar terpaksa dilakukan menggunakan ponsel, dan sekarang sudah tidak ada KBM sama sekali karena guru tidak ada yang datang," tuturnya.

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Dari empat ruang kelas yang ada, hampir semuanya rusak parah. Atap bocor, lantai hancur, dan sebagian ruangan tampak tidak terawat.

Advertisement

Selain masalah fasilitas, siswa juga mengeluhkan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang belum mereka terima. Mereka juga mempertanyakan kejelasan ijazah bagi siswa kelas 12.

Abdul Azis, siswa lainnya, menambahkan bahwa pihak sekolah tidak pernah menanggapi tuntutan siswa. "Kita pernah meminta perbaikan fasilitas, tapi kepala sekolah seolah tidak peduli. Soal ijazah juga belum jelas. Rapor pun hanya rapor bayangan," ujarnya.

Saat ini, hanya tersisa 33 siswa di SMK Al Ansor, terdiri dari 26 siswa kelas 12 dan 7 siswa kelas 11. Kelas 10 bahkan sudah tidak memiliki siswa sama sekali.

Para siswa berharap Dinas Pendidikan Provinsi Banten segera turun tangan untuk menyelesaikan masalah ini. "Kita inginnya seluruh siswa dimutasi ke sekolah lain yang lebih layak. Karena kondisi di sini sudah tidak bisa diharapkan, dan kepala sekolah juga tidak bertanggung jawab," tegas Abdul Azis.

Rikhi Ferdian Herisetiana
Rikhi Ferdian Herisetiana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID