Ekonomi . 22/10/2025, 15:56 WIB

Gebrakan Purbaya Yudhi Sadewa Guncang Dunia Ekonomi, Tolak Usulan Luhut Soal Family Office

Penulis : Sigit Nugroho  |  Editor : Sigit Nugroho

fin.co.id — Baru sebulan menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) periode 2024–2029, Purbaya Yudhi Sadewa langsung mencuri perhatian publik lewat serangkaian langkah berani di bidang ekonomi nasional. Salah satu yang paling menggemparkan adalah penolakannya terhadap usulan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Pandjaitan mengenai rencana pembentukan family office di Indonesia yang rencananya akan menggunakan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Langkah tegas itu langsung memicu diskusi di kalangan ekonom dan pengamat kebijakan publik. Mereka menilai, keputusan Purbaya mencerminkan semangat baru pemerintah dalam mendorong perubahan struktural ekonomi, bukan sekadar menjaga stabilitas.

Purbaya Ingin Pemerintah Keluar dari Zona Nyaman

Ekonom dan Pakar Kebijakan Publik Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat, menilai tindakan Purbaya sebagai sinyal positif bahwa pemerintah ingin keluar dari "zona nyaman".

“Publik dan investor melihat bahwa pemerintah tidak hanya bicara stabilitas, tetapi juga akselerasi,” ujar Achmad kepada Disway, Selasa (22/10/2025).

Menurutnya, gaya kepemimpinan Purbaya berbeda dengan pendahulunya. Ia lebih berani mengambil risiko dan berfokus pada percepatan pertumbuhan ekonomi melalui kebijakan likuiditas yang lebih agresif dan terukur.

Strategi Baru: Dana Pemerintah Dipindah ke Bank Komersial

Salah satu langkah konkret yang disoroti Achmad adalah strategi Purbaya mengubah sistem pengaturan likuiditas nasional. Dalam kebijakan ini, dana pemerintah yang selama ini mengendap di Bank Indonesia (BI) akan dipindahkan ke bank komersial untuk mendorong penyaluran kredit ke sektor riil.

“Ini pendekatan baru dalam menghubungkan surplus likuiditas dengan kebutuhan sektor riil. Bagian ini sering luput, padahal sangat penting untuk menjaga stabilitas sosial di tengah tuntutan publik yang meningkat,” jelas Achmad.

Langkah tersebut diharapkan mampu menambah perputaran uang di masyarakat dan memperkuat daya dorong ekonomi nasional. Dengan begitu, sektor swasta dan UMKM bisa lebih mudah mengakses pembiayaan untuk ekspansi usaha.

Peringatan: Perlu Kesiapan SDM dan Infrastruktur

Meski mengapresiasi gebrakan tersebut, Achmad juga mengingatkan adanya tantangan yang perlu diantisipasi. Menurutnya, strategi ekonomi yang ambisius seperti yang dijalankan Purbaya harus diimbangi dengan penguatan sumber daya manusia (SDM), infrastruktur, dan regulasi yang memadai.

“Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memang brilian, ambisius, dan optimistis. Tapi untuk mencapai hasil yang diharapkan, kita perlu memperkuat SDM, infrastruktur, regulasi, serta meningkatkan peran sektor swasta,” tegasnya.

Ia menilai, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kebijakan baru Purbaya tidak hanya bersifat jangka pendek, melainkan berkelanjutan dan berdampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.

Isu Perang Dingin dengan Luhut Pandjaitan

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com