Laporan menyebutkan bahwa sebagian publik internasional masih mengingat isu-isu lama saat Prabowo berdinas di militer, termasuk peristiwa Timor Timur dan masa transisi akhir rezim Soeharto.
Selain itu, tantangan dalam kepemimpinannya saat ini juga disorot, termasuk reshuffle kabinet yang mengganti tokoh penting seperti Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Pertahanan Budi Gunawan.
The Muslim 500 juga menyinggung kebijakan legislasi Maret 2025 yang dinilai berpotensi memperluas peran militer di pemerintahan hal yang memunculkan perdebatan tentang arah demokrasi Indonesia.
Namun, di balik berbagai tantangan tersebut, Prabowo tetap dinilai memiliki kemampuan komunikasi publik yang luar biasa, terutama dalam menjangkau masyarakat pelosok dan kalangan pekerja.
Gaya komunikasinya yang lugas dan populis dianggap menjadi salah satu faktor penting yang membuatnya tetap populer di mata rakyat
Dalam laporan yang sama, The Muslim 500 menyoroti sikap tegas Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo terhadap konflik Gaza.
Indonesia disebut mengutuk keras tindakan Israel dan mendukung langkah Afrika Selatan yang membawa kasus genosida Gaza ke Mahkamah Internasional (ICJ).
Langkah ini memperkuat citra Indonesia sebagai negara Muslim terbesar yang konsisten memperjuangkan keadilan bagi Palestina di kancah diplomasi global.
Tentang The Muslim 500
Pemeringkatan The Muslim 500 disusun setiap tahun oleh The Royal Islamic Strategic Studies Centre (RISSC), sebuah lembaga penelitian independen yang berafiliasi dengan Royal Aal Al Bayt Institute for Islamic Thought di Amman, Yordania.
RISSC telah menerbitkan daftar 500 Muslim paling berpengaruh di dunia sejak tahun 2009. Daftar ini menilai pengaruh tokoh-tokoh Muslim berdasarkan dampak politik, sosial, ekonomi, spiritual, hingga budaya terhadap komunitas Muslim global.