fin.co.id - Pegang dompetmu, ada kabar super gembira! Menjelang musim liburan paling dinanti, Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025–2026, pemerintah Indonesia punya hadiah fantastis untuk kamu! Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa baru saja mengumumkan program diskon tarif angkutan umum dengan total anggaran yang digelontorkan mencapai Rp 180 miliar!
Kebijakan ini bukan sekadar hadiah liburan, tetapi menjadi bagian dari stimulus ekonomi akhir tahun yang bertujuan menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap bergairah. Dengan adanya diskon tiket transportasi Nataru ini, masyarakat bisa menikmati perjalanan mudik atau liburan dengan biaya yang jauh lebih ringan. Menkeu Purbaya menyampaikan kabar baik ini dalam rapat bersama Komite IV DPD RI di Jakarta, pada Senin, 3 November 2025.
Rincian Diskon Fantastis: Kereta, Kapal, Hingga Biaya Pelabuhan Gratis!
Anggaran sebesar Rp 180 miliar yang disiapkan pemerintah akan disalurkan sebagai potongan harga untuk berbagai moda transportasi utama. Ini rincian diskon yang wajib kamu catat agar bisa segera berburu tiket:
- Kereta Api (PT KAI): Nikmati potongan harga sebesar 30 persen untuk tiket perjalananmu. Diskon ini jelas meringankan beban bagi mereka yang memilih jalur darat.
- Angkutan Laut (PT Pelni): Pemerintah memberikan diskon sebesar 20 persen untuk perjalanan menggunakan kapal laut. Solusi tepat bagi yang ingin berlibur ke pulau-pulau atau kampung halaman yang terpisah lautan.
- Angkutan Penyeberangan (PT ASDP): Ini yang paling menarik! Pemerintah memberikan gratis biaya jasa pelabuhan (100 persen) untuk angkutan penyeberangan. Kamu bisa menikmati perjalanan penyeberangan dengan biaya yang jauh lebih hemat.
- Pesawat: Tak ketinggalan, tiket pesawat juga mendapat potongan harga khusus dari pemerintah. Meskipun rincian persennya belum diumumkan secara detail, potongan ini diharapkan mampu membuat harga tiket pesawat lebih terjangkau.
Melalui program diskon transportasi Nataru ini, pemerintah berharap masyarakat tidak lagi menahan diri untuk bepergian, sehingga perputaran uang di daerah-daerah wisata dan sentra ekonomi bisa meningkat drastis.
Gerak Cepat Stimulus Ekonomi Kuartal IV 2025
Diskon transportasi hanyalah satu bagian dari paket stimulus ekonomi besar yang digagas pemerintah menjelang akhir tahun 2025. Pemerintah menyadari pentingnya menjaga momentum ekonomi. Oleh karena itu, mereka mempercepat penyaluran Bantuan Langsung Tunai Sejahtera (BLTS).
Program BLTS ini menyasar 35,05 juta keluarga penerima manfaat yang berada di desil 1–4. Setiap keluarga berhak menerima dana sebesar Rp 900 ribu untuk alokasi tiga bulan, dengan total anggaran mencapai Rp 31,5 triliun.
Menkeu Purbaya memberikan kabar baik tentang progres pencairan BLTS. "Sekarang sudah Rp 18 triliun cair, sisanya akan dipercepat. Targetnya November ini bisa selesai semua," kata Purbaya.
Purbaya menegaskan, kebijakan ini memiliki filosofi yang kuat. Pemerintah ingin memastikan bahwa uang negara benar-benar dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat. "Daripada uangnya tidak terpakai, lebih baik dibagikan ke masyarakat supaya ekonomi bergerak,” ujarnya. Prinsip ini menunjukkan komitmen untuk menggerakkan roda perekonomian dari sisi konsumsi masyarakat.
Investasi Masa Depan: Program Magang Rp 1,37 Triliun
Tidak hanya fokus pada bantuan konsumsi dan diskon liburan, pemerintah juga memikirkan investasi jangka panjang untuk sumber daya manusia. Mereka menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,37 triliun untuk program magang yang ditujukan bagi para fresh graduate atau lulusan baru.
Program ini memiliki target ambisius. Tahap awal menargetkan 20 ribu peserta, dan rencananya akan terus meningkat secara bertahap hingga mencapai 100 ribu peserta.
Peserta magang akan mendapatkan dukungan finansial yang cukup layak. Setiap peserta akan menerima uang saku setara UMK rata-rata Rp 3,8 juta per bulan. Durasi magang dibagi dalam dua periode: 2,5 bulan pada tahun 2025 dan 3,5 bulan pada tahun 2026. Program ini tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga menjamin fresh graduate mendapatkan pendapatan yang memadai selama proses transisi ke dunia profesional.