“Baru-baru ini klaim Budi Arie soal arti nama Projo dan kaitannya dengan logo wajah Jokowi juga dinilai tidak beradab dalam memainkan catur politik,” kata Gusmiyadi menambahkan.
Penolakan dari DPC Gerindra Makassar
Penolakan juga datang dari DPC Gerindra Kota Makassar.
Ketua DPC, Eric Horas, menegaskan bahwa meski Gerindra merupakan partai terbuka, setiap calon kader harus memahami arah perjuangan partai dan memiliki komitmen jangka panjang.
“Kami ingin memastikan bahwa siapa pun yang masuk ke Gerindra bukan hanya karena momentum politik, tetapi karena memiliki komitmen jangka panjang terhadap cita-cita perjuangan partai,” ujar Eric Horas.
Menurutnya, kehadiran tokoh seperti Budi Arie yang sebelumnya dikenal sebagai pendukung Jokowi, berpotensi mengganggu konsistensi arah perjuangan dan keharmonisan internal partai di Makassar.
Jangan Jadikan Gerindra Tameng Politik
Sikap serupa juga disampaikan oleh Ketua DPC Gerindra Kota Semarang, Joko Santoso.
Menurutnya, para kader di tingkat bawah tidak ingin partai yang dipimpin Prabowo itu dijadikan pelindung politik oleh para eks relawan Jokowi.
“Kita menyoroti isu mau masuknya Budi Arie ke Partai Gerindra. Jangan sampai Gerindra menjadi tameng politik,” ujar Joko Santoso.
Meski begitu, Joko menegaskan bahwa Gerindra tetap partai terbuka bagi siapa pun yang memiliki visi memperjuangkan kemaslahatan rakyat dan bangsa.
Gerindra Tegaskan Ada Syarat yang Harus Dipenuhi
Menanggapi polemik tersebut, Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra Ahmad Muzani menegaskan bahwa Gerindra adalah partai terbuka bagi siapa pun, termasuk Budi Arie Setiadi.