Kabar baik bagi penyidik, kondisi NF sudah membaik dan sudah bisa diajak komunikasi. Lingkungan terkontrol di RS Polri akan memudahkan penyidik menggali informasi secara intensif dan sistematis. Polisi harus mendapatkan keterangan langsung dari NF mengenai motivasinya, bagaimana ia belajar merakit bom, dan mengapa ia menargetkan SMAN 72.
Polda Metro Jaya menegaskan, mereka akan selalu memberikan pembaruan (update) kepada publik setelah semua olah TKP, barang bukti (Barbuk), dan keterangan saksi selesai. Rilis detail terkait motif dan kronologi lengkap diagendakan dalam waktu dekat. Polisi ingin memastikan cerita motif yang disampaikan kepada publik adalah fakta kejadian yang pasti dan terverifikasi.
Kasus siswa yang rakit bom sendiri ini menjadi titik balik penting. Ini mendesak semua pihak, terutama orang tua dan sekolah, untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas digital dan potensi radikalisme/ekstremisme yang mengintai generasi muda. Kita harus mengetahui secara pasti fakta kejadian ini untuk mencegahnya terulang kembali. - Rafi Adhi/Disway -