Dalam kesempatan yang sama, Cak Imin turut menyinggung peran pesantren dalam membangun fondasi sosial, demokrasi, hingga ekonomi rakyat.
Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga pusat pengabdian dan pemberdayaan masyarakat yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial dan membangun karakter bangsa.
“Pesantren bukanlah lembaga pendidikan semata, melainkan institusi yang menjaga semangat ilmu, pengabdian, dan menjadi pengawal rekayasa sosial,” ujar Cak Imin.
Ia menambahkan, tanpa nilai-nilai moral dan spiritual yang ditanamkan pesantren, demokrasi dan pembangunan ekonomi tidak akan memiliki arah yang jelas.
Pesantren, kata dia, juga telah berperan besar dalam dua hal penting untuk pengentasan kemiskinan, yakni pendidikan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat bawah.
Kembali ke Akar Ekonomi Pancasila
Konsep ekonomi konstitusi yang digagas Prabowo ini dianggap sebagai bentuk “kembali ke jati diri bangsa”, yaitu sistem ekonomi Pancasila yang menempatkan kesejahteraan rakyat di atas kepentingan pasar.
Dengan memperkuat peran negara, kebijakan ini diharapkan bisa menutup kesenjangan antara kelompok kaya dan miskin, serta memastikan sumber daya alam Indonesia digunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 33 UUD 1945.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa pemerintahan Prabowo akan lebih fokus pada kedaulatan ekonomi, bukan hanya pertumbuhan angka statistik semata, melainkan kesejahteraan nyata bagi seluruh rakyat Indonesia.