Sumber tuduhan terhadap Mamdani bermula dari lirik rap yang ia tulis pada tahun 2017, yang menyebut “Holy Land Five” lima pengurus yayasan Muslim yang pernah divonis pada 2008 karena diduga mendukung Hamas.
Tokoh-tokoh Republik seperti Ogles dan Fine menilai lirik itu sebagai bentuk simpati terhadap organisasi teroris.
Mereka juga mempermasalahkan keanggotaan Mamdani di Democratic Socialists of America (DSA), organisasi sayap kiri progresif yang mereka anggap berhaluan komunis.
Namun, menurut laporan PolitiFact, tidak ada aturan yang melarang keanggotaan DSA dalam proses naturalisasi. Formulir kewarganegaraan hanya menanyakan keterlibatan dengan partai komunis atau ideologi totaliter, bukan kelompok sosial demokrat seperti DSA.
“DSA bukanlah partai komunis. Mereka mendukung demokrasi perwakilan dan menolak kontrol penuh negara atas alat produksi,” jelas Harvey Klehr, profesor sejarah dari Universitas Emory.
Sementara pengacara imigrasi McKinney menegaskan, “Tidak mencantumkan kelompok politik sah tidak dianggap penipuan kecuali jika berdampak pada hasil permohonan. Lirik rap Mamdani dilindungi oleh kebebasan berekspresi selama tidak ada bukti dukungan nyata terhadap organisasi teroris.”
Serangan Politik Gunakan Dalih Amandemen ke-14
Kontroversi semakin melebar ketika Klub Republik Muda New York berusaha menggugat Mamdani menggunakan Amandemen ke-14 Konstitusi Amerika Serikat.
Amandemen tersebut menyatakan bahwa seseorang yang “terlibat dalam pemberontakan” atau memberi “bantuan kepada musuh negara” tidak boleh memegang jabatan publik.
Pihak Republik menuduh Mamdani melanggar ketentuan itu karena dianggap mendukung kelompok pro-Hamas dan menyerukan perlawanan terhadap kebijakan ICE (Imigrasi dan Bea Cukai AS).
Namun, para ahli hukum imigrasi menilai tuduhan itu tidak berdasar secara hukum. Kritik terhadap kebijakan imigrasi tidak sama dengan “bantuan kepada musuh negara”.
“Seruan menentang ICE adalah bentuk ekspresi politik domestik, bukan tindakan pemberontakan,” ujar salah satu pakar hukum imigrasi yang diwawancarai PolitiFact.
Sosok Baru dalam Politik Amerika