fin.co.id - Suasana Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat tengah dipenuhi kesibukan, menjelang prosesi Jumenengan atau penobatan raja baru.
"Njih, leres (iya benar akan dilaksanakan)," kata G.K.R. Timoer Rumbaikusuma Dewayani saat dikonfirmasi.
Acara sakral Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV itu, menjadi momen penting bagi masyarakat Solo dan para abdi dalem.
Surat undangan resmi penobatan telah disebarkan, ditandatangani langsung oleh G.K.R. Timoer Rumbaikusuma Dewayani, putri tertua Paku Buwono XIII.
"Menanggapi berbagai pertanyaan dan konfirmasi yang masuk, kami menyampaikan bahwa surat resmi mengenai pelaksanaan Hajad Dalem Jumengeng Dalem Nata Binayangkare S.I.S.K.S. Pakoe Boewono XIV yang beredar adalah benar dan sah dikeluarkan oleh Panitia Jumenengan Dalem Nata Binayangkare Karaton Kasunanan Surakarta Hadiningrat," jelasnya.
Dalam surat tersebut, pihak Keraton Solo memohon doa restu dan dukungan masyarakat agar prosesi Jumenengan berjalan lancar dan penuh makna.
"Kami memohon doa restu dan dukungan seluruh masyarakat Surakarta serta rakyat Nusantara agar prosesi adat ini berjalan lancar, khidmat, dan penuh berkah. Mari kita sambut raja baru dengan suasana damai, rukun, adem ayem, dan penuh rasa hormat sebagaimana nilai-nilai luhur warisan Karaton Surakarta," ucapnya.
Mereka juga berharap, penyambutan raja baru Keraton Solo dapat berlangsung dalam suasana damai dan penuh kebersamaan.
Tradisi Jumenengan sendiri, menjadi simbol pelestarian budaya Jawa yang masih dijaga hingga kini.
Tak hanya menjadi upacara adat, momen ini juga menandai babak baru dalam perjalanan Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu pusat warisan budaya nusantara.