Megapolitan . 21/11/2025, 13:47 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Cuaca ekstrem belakangan ini kembali bikin Jakarta heboh. Bukan cuma hujan deras yang mengguyur sejak pagi hingga malam, angin kencang juga mulai memicu insiden yang mengganggu aktivitas warga. Salah satunya terjadi ketika sebuah pohon besar tumbang di Jalan Sisingamangaraja, kawasan Senayan, dan menimpa lintasan MRT Jakarta. Kejadian ini langsung menciptakan efek domino: jalur terganggu, perjalanan tersendat, dan kehebohan warga tak terhindarkan.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, angkat bicara soal penyebab insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa pohon yang roboh itu benar-benar tercabut dari akarnya akibat hembusan angin yang sangat kuat. “Kemarin yang terjadi, yang mengakibatkan MRT terganggu, itu betul-betul karena angin kencang dan kemudian tercabut sampai dengan akar-akarnya,” ujar Pramono.
Menurut Pramono, cuaca ekstrem saat ini memengaruhi beberapa wilayah Jakarta Selatan seperti Dharmawangsa, Pondok Indah, dan Senayan. Ketiganya menjadi kawasan yang paling sering melaporkan pohon tumbang dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini membuat Pemprov DKI harus meningkatkan kewaspadaan karena risiko kerusakan infrastruktur dan ancaman keselamatan warga semakin besar.
Padahal, pemerintah sudah melakukan upaya pencegahan. Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sebelumnya telah memangkas serta merapikan lebih dari 62.000 pohon. Namun angin kencang yang muncul secara tiba-tiba ternyata cukup kuat untuk tetap menumbangkan pohon besar.
Pramono kemudian menginstruksikan jajaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk mempercepat pemangkasan pohon di seluruh area rawan. Ia meminta agar seluruh pohon yang dinilai berpotensi tumbang segera dirapikan tanpa menunggu laporan warga.
“Maka dengan demikian, saya tetap menginstruksikan kepada jajaran Dinas Pertamanan dan Hutan Kota untuk segera merapikan, memotong semua,” tegasnya.
Langkah cepat ini diperlukan agar insiden serupa tidak terulang, terutama karena Jakarta sedang berada dalam periode cuaca tak menentu.
Tidak hanya terjadi di lintasan MRT, insiden pohon tumbang juga muncul di titik-titik lain. Pada Kamis (20/11), sebuah pohon besar ambruk di depan gedung Kementerian Luar Negeri, Kebayoran Baru. Dampaknya langsung terasa, terutama bagi lalu lintas dan keamanan jalur transportasi publik.
Sebelumnya, kejadian serupa juga muncul di Jalan Metro Pondok Indah serta Jalan Dharmawangsa. Bahkan insiden di kawasan tersebut menimbulkan korban jiwa. Tidak berhenti di Jakarta Selatan, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di beberapa wilayah Jakarta Timur.
Dengan rangkaian kejadian yang cukup masif ini, wajar jika masyarakat semakin waspada. Apalagi aktivitas luar ruangan seperti berjalan kaki, berkendara, hingga naik transportasi umum semakin terancam ketika angin kencang melanda.
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta melaporkan bahwa mereka telah memangkas 62.161 pohon untuk meminimalkan risiko tumbang. Upaya ini menjadi salah satu langkah strategis menghadapi hujan lebat dan angin kencang yang diprediksi masih akan terjadi.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media