Internasional . 22/11/2025, 09:30 WIB

Awalnya Saling Serang, Donald Trump dan Wali Kota New York Zohran Mamdani Kini Akrab di Gedung Putih

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

  • Trump dan Zohran Mamdani tampil akrab di Gedung Putih setelah sebelumnya saling serang di publik.
  • Keduanya sepakat bekerja sama menangani kriminalitas dan keterjangkauan hidup, meski punya banyak perbedaan politik.
  • Pertemuan ini dianggap simbol perubahan dinamika politik AS, di mana Mamdani menjadi wali kota Muslim pertama New York City.

Wali Kota New York terpilih, Zohran Mamdani akhirnya bertemu dengan Presiden Donald Trrump di Gedung Putih. Padahal keduanya sempat saling sindir di ruang publik. Trump bahkan bilang Mamdani seorang komunis. Namun pertemuan keduanya terjalin akrab, bahkan kedua tokoh saling memuji dan berjanji membangun kerjasama.


fin.co.id - Setelah berbulan-bulan saling serang di ruang publik, Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Wali Kota New York City terpilih Zohran Mamdani tampil akrab ketika bertemu di Gedung Putih pada Jumat 21 November waktu setempat.

Keduanya tersenyum, saling memuji, dan berjanji bekerja sama mengatasi isu kriminalitas serta keterjangkauan hidup di kota terbesar AS tersebut.

Padahal sebelumnya, kedua tokoh ini berada di kubu politik yang berseberangan ini sering beradu argumen terkait imigrasi hingga kebijakan ekonomi. Namun pertemuan ini memperlihatkan hubungan baru yang jauh lebih hangat dari dugaan banyak pihak.

Di Ruang Oval Gedung Puith, Mamdani berdiri di samping Trump. Presiden berusia 79 tahun itu tampak tersenyum dan menepuk lengannya secara hangat.

“Kita sepakat jauh lebih banyak daripada yang saya duga,” kata Trump yang belum lama ini bilang Mamdani komunis.

Mamdani juga menegaskan bahwa fokus pembahasan tidak hanya pada perbedaan antara keduanya.

“Yang sangat saya hargai dari presiden adalah bahwa pertemuan yang kita adakan tidak berfokus pada titik-titik perselisihan, yang jumlahnya banyak, tetapi juga berfokus pada tujuan bersama kita dalam melayani warga New York,” ujarnya dikutip dari Reuters, Jumat 22 November 2025.

Trump sendiri mengaku siap mengesampingkan perbedaan politik. “Semakin baik kinerjanya, semakin bahagia saya,” katanya.

Ketegangan di antara keduanya beberapa minggu terakhir sebenarnya cukup tajam. Ketika Mamdani unggul di berbagai survei, Trump sempat mengancam akan mencabut dana federal untuk New York City.

Mamdani juga rutin mengkritik kebijakan imigrasi Trump, terutama rencana pengetatan penegakan hukum imigrasi di kota tempat 40% penduduknya lahir di luar AS.

Trump bahkan pernah menyebut Mamdani sebagai “orang gila kiri radikal”, “komunis”, dan “pembenci Yahudi”. Sebuah ucapan keras tanpa bukti.

Namun Mamdani, yang menganut sosialisme demokratis ala Nordik, dikenal sebagai pengkritik Israel tetapi memiliki banyak dukungan dari politisi Yahudi serta mengangkat pejabat Yahudi dalam jajarannya, termasuk Komisaris Polisi Jessica Tisch.

Selama pertemuan, keduanya bahkan menertawakan kembali hinaan-hinaan yang mereka lontarkan.

“Saya pernah disebut jauh lebih buruk daripada seorang lalim,” ujar Trump sambil tersenyum. “Jadi, itu tidak terlalu menghina, tapi saya pikir dia akan berubah pikiran setelah kita bekerja sama.”

Dalam kesempatan yang sama, Trump juga membela Mamdani dari serangan bernada Islamofobia.

Ketika seorang reporter bertanya apakah ia merasa “ada seorang jihadis” berdiri di sampingnya, Trump menjawab, “Tidak, saya tidak. Saya bertemu dengan seorang pria yang sangat rasional.”

Pertemuan ini sekaligus menandai dinamika baru politik AS ketika Mamdani yang lahir di Uganda terpilih sebagai wali kota Muslim pertama New York City. (*)




           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com