fin.co.id - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat memaksimalkan program stimulus ekonomi berupa potongan tarif transportasi yang diberlakukan khusus untuk masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
"Atas arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah meluncurkan program stimulus Natal dan Tahun Baru 2025/2026 sebagai langkah nyata untuk menggerakkan ekonomi nasional sekaligus memastikan rakyat terlayani dengan baik selama arus Nataru ini," kata Menhub Dudy dalam keterangan, Sabtu, 22 November 2025.
Program diskon tarif tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) empat Menteri/Kepala Badan: Menteri Perhubungan, Menteri Keuangan, BP BUMN, dan BPI Danantara. SKB Nomor PJ-MHB 9 Tahun 2025, Nomor 303.2 Tahun 2025, Nomor 20 Tahun 2025, dan Nomor SKB.10/DI-BP/X/2025, menetapkan penugasan BUMN transportasi untuk memberikan potongan harga pada angkutan laut, penyeberangan, dan kereta api.
"Kami mengajak masyarakat untuk menggunakan dan mengoptimalkan stimulus ini dalam berpergian pada masa Nataru," ujar Dudy.
Stimulus diberlakukan serentak mulai 21 November 2025 pukul 00.01.
Untuk kereta api dan penyeberangan, diskon berlaku pada perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Pada moda kereta, pemerintah menetapkan potongan tarif 30 persen untuk tiket kereta ekonomi komersial. Program ini meliputi 156 perjalanan reguler dan 26 perjalanan tambahan dengan target 1.509.080 penumpang.
Untuk angkutan laut, periode program berlangsung lebih awal, yaitu mulai 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Pemerintah memberikan diskon 20 persen dari tarif dasar atau setara potongan 16–18 persen dari total harga tiket.
Pada moda penyeberangan, diskon diberikan dalam bentuk potongan 100 persen tarif jasa kepelabuhanan, yang secara efektif menurunkan biaya perjalanan sekitar 19 persen dari tarif terpadu.
Kebijakan ini merupakan kelanjutan dari program penurunan tarif tiket pesawat sebesar 13–14 persen yang berlaku sejak akhir Oktober, seiring terbitnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 71 Tahun 2025 tentang PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) untuk jasa angkutan udara. Pemerintah menargetkan 3,59 juta penumpang dapat memanfaatkan stimulus tersebut.
"Dengan cakupan stimulus diskon tarif yang kini berlaku pada seluruh moda transportasi, pemerintah menegaskan komitmen untuk menjaga keterjangkauan layanan transportasi selama puncak libur Nataru 2025/2026," jelas Dudy.
Pemerintah berharap program diskon ini dapat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi serta menarik masyarakat beralih ke moda transportasi publik, khususnya kereta api yang lebih aman, tertib, dan efisien.
Stimulus juga menargetkan 405.881 penumpang kelas ekonomi untuk rute antarpulau, terutama di wilayah pesisir dan kawasan 3T.
Selain meringankan biaya perjalanan, kebijakan ini membantu operator transportasi publik menjangkau lebih banyak wilayah Indonesia.