Viral . 25/11/2025, 14:23 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - BNPB akhirnya turun tangan setelah fenomena warga yang datang ke kawasan erupsi Gunung Semeru makin mengkhawatirkan. Banyak orang masuk ke zona merah hanya untuk foto, video, dan bikin konten viral. Situasi ini jelas berbahaya dan mengganggu proses pemulihan yang sedang berjalan.
Di lapangan, seorang relawan pos pantau bahkan harus berteriak mengimbau sekaligus mengusir warga yang masih memaksa masuk ke area rawan. Padahal relawan seharusnya fokus memantau aktivitas gunung, bukan mengurus wisatawan dadakan.
Deputi Sistem & Strategi BNPB, Raditya Jati, meminta pemerintah daerah memasang banner besar berisi larangan berwisata ke kawasan terdampak. BNPB ingin masyarakat sadar risiko dan tidak mendekat hanya karena penasaran atau terpengaruh tren media sosial.
Larangan ini juga bertujuan menjaga kelancaran akses yang sedang dipulihkan. Jalan dan area penting harus steril agar bantuan bisa masuk tanpa hambatan.
BNPB menegaskan bahwa zona erupsi bukan tempat untuk uji nyali atau berburu konten. Situasi di Semeru bisa berubah cepat dan sangat berbahaya bagi orang awam. Selain itu, kehadiran warga di area rawan justru membuat petugas harus bekerja dua kali lebih berat.
Kesadaran masyarakat sangat dibutuhkan. Menjauh dari zona merah berarti melindungi diri sendiri sekaligus mendukung kerja tim tanggap darurat.
Untuk memperlancar koordinasi, BNPB menekankan pentingnya informasi yang akurat melalui media center. Data yang jelas membantu warga, relawan, hingga pemerintah mengambil keputusan yang tepat dan mempercepat penyaluran bantuan.
Media center memastikan semua pihak menerima informasi yang sama sehingga tidak ada mispersepsi di lapangan.
Intinya, BNPB ingin masyarakat benar-benar menjauhi zona erupsi Semeru. Bukan saatnya berburu konten atau sekadar melihat dari dekat. Keselamatan jauh lebih penting dan proses pemulihan harus diprioritaskan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media