fin.co.id -
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf mengajak masyarakat untuk lebih aktif memberikan masukan dan koreksi terkait data penerima bantuan sosial (bansos) agar bantuan pemerintah benar-benar sampai ke warga yang berhak.
Imbauan ini muncul setelah ramai keluhan dari sejumlah warga mengenai ketidaktepatan data penyaluran bansos maupun Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS).
“Kami harapkan ini sekaligus menjadi ground check untuk memastikan bahwa penerima bansos itu adalah mereka yang benar-benar berhak,” ujar Saifullah dalam keterangan resmi, dikutip Kamis, 27 November 2025.
Salah satu keluhan datang dari Dharma Muthe, warga Pematangsiantar, Sumatra Utara.
Dalam video yang viral di media sosial, Dharma mengaku tidak menerima bansos dan BLTS meski masuk kategori penerima manfaat. Ironisnya, ia menyebut ada tetangganya yang hidup berkecukupan justru mendapat bantuan.
Unggahan itu memicu gelombang diskusi publik terkait akurasi data bansos, yang memang sejak awal selalu menjadi tantangan besar.
Perbaikan Data Harus Lewat Verifikasi Lapangan
Menanggapi itu, Saifullah menegaskan bahwa perbaikan data tidak bisa dilakukan secara instan karena membutuhkan proses verifikasi teknis di lapangan.
Menurutnya, kondisi sosial masyarakat terus berubah sehingga data penerima bansos harus diperbarui secara berkala.
Ia mengakui masih ada ketidaktepatan data, namun memastikan bahwa semua laporan masyarakat akan ditindaklanjuti.
Kemensos Siapkan Banyak Kanal Pengaduan: dari Aplikasi hingga WhatsApp
Untuk memudahkan masyarakat, Kemensos menyediakan beberapa saluran pelaporan:
1. Aplikasi Cek Bansos
Warga bisa melakukan pengecekan sekaligus melapor jika merasa layak namun tidak masuk daftar.