Gegar Rekor! Pelanggaran ETLE Melonjak Gila-gilaan, Tilang Fisik Langsung Ditinggalkan
fin.co.id – Setelah lebih dari sepekan bergulir, Operasi Zebra Jaya 2025 memberikan kejutan data yang mengejutkan. Korlantas Polri menegaskan, fokus utama penegakan hukum kini benar-benar beralih pada sistem elektronik atau ETLE (Electronic Traffic Law Enforcement). Hasilnya? Mencengangkan!
Kakorlantas Polri, Irjen Agus Suryonugroho, membeberkan fakta ini dalam evaluasi sementara Operasi Zebra 2025, menjelang penutupan pelaksanaannya. Data menunjukkan pergeseran perilaku pelanggar dan aparat secara drastis.
Menurut Irjen Agus, sejak H+7 pelaksanaan Operasi Zebra 2025, angka pelanggaran yang terekam melalui sistem ETLE melonjak drastis. Angka ini bukan main-main: Sebanyak 95.827 pelanggaran tercatat! Fantastisnya, angka tersebut merupakan kenaikan sebesar 596 persen jika kita bandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2024.
Di sisi lain, jumlah tilang fisik justru mengalami penurunan yang sangat signifikan, hanya tercatat 7.919 tilang. Angka ini merosot tajam 88,3 persen dari total 67.450 tilang fisik pada tahun 2024. Sebuah rekor yang menunjukkan efektivitas digitalisasi penegakan hukum lalu lintas.
Bukan Musuh, Tapi Saudara: Pendekatan Simpatik Jadi Senjata Utama
Pergeseran prioritas penindakan ini sejalan dengan peningkatan drastis pada pendekatan yang lebih humanis. Jumlah teguran simpatik selama Operasi Zebra 2025 juga meningkat tajam: 444.578 teguran! Bayangkan, angka ini jauh melampaui 29.350 teguran yang tercatat pada tahun 2024.
Irjen Agus Suryonugroho menjelaskan alasan di balik fenomena ini, menekankan pergeseran paradigma kepolisian lalu lintas. "Tahun lalu ETLE hanya 13.000. Sekarang baru 7 hari sudah 95 ribu. ETLE kita kedepankan. Tilang kita porsinya kecil, kami tidak mau ada transaksi di tilang. Tapi tilang itu penting, itu senjata kami—kami bisa sita kendaraan," katanya kepada awak media, Kamis 27 November 2025.
Meskipun demikian, Agus menegaskan bahwa tilang fisik bukan lagi prioritas utama penindakan. Korlantas memilih langkah yang lebih persuasif.
"Dari 95 ribu pelanggaran, kami hanya menggunakan ETLE; 5 persen saja yang kami tilang atau beri teguran. Kami ingin pendekatannya persuasif, pelanggar bukan musuh, tapi saudara," ujarnya.
Pendekatan simpatik seperti ini dimaksudkan agar kepolisian lalu lintas tidak lagi dianggap sebagai sosok yang menakut-nakuti masyarakat. Sebaliknya, mereka bertransformasi menjadi penegak hukum yang bersahabat, namun tetap tegas melalui sistem elektronik yang transparan.
Dampak Nyata: Angka Kecelakaan Menciut Drastis
Fokus pada penegakan ETLE dan pendekatan persuasif ternyata membawa dampak positif yang sangat nyata pada keselamatan. Agus juga melaporkan data krusial terkait kecelakaan lalu lintas (laka) selama operasi berlangsung.
Angka kecelakaan turun! Terjadi hanya 81 kejadian, yang berarti penurunan sekitar 5 persen dibandingkan periode sebelumnya. Lebih heroiknya lagi, korban meninggal dunia juga menurun sekitar 28 persen selama masa operasi. Ini adalah indikator awal yang sangat kuat bahwa strategi penegakan berbasis teknologi dan simpatik berhasil menjaga nyawa masyarakat.
Operasi Zebra 2025 sendiri saat ini masih berjalan, memasuki masa transisi penting menuju Operasi Lilin 2025 yang bakal digelar dalam beberapa hari ke depan, menghadapi kepadatan lalu lintas saat libur akhir tahun.