Saat ini, tim penyidik Kejagung masih bekerja keras di balik layar untuk mengumpulkan bukti-bukti valid yang dapat memperkuat dugaan adanya praktik suap dalam kasus ini. Bukti-bukti inilah yang akan digunakan untuk menentukan jumlah kerugian negara dan menetapkan tersangka.
Anang Supriatna menuturkan bahwa penyidik masih harus mengumpulkan bukti. Oleh karena itu, Kejagung belum dapat membeberkan secara rinci jumlah perusahaan yang disinyalir telah memberikan uang suap kepada oknum pegawai pajak.
Ketidakmampuan Kejagung untuk merinci jumlah perusahaan pemberi suap menunjukkan bahwa skala investigasi ini mungkin jauh lebih besar dan kompleks dari yang terlihat di permukaan. Publik menanti transparansi lebih lanjut dari Kejagung, terutama mengenai seberapa luas jaringan korupsi pajak ini merambah ke sektor swasta dan berapa triliun potensi kerugian negara yang ditimbulkan.
Perkembangan isu pencabutan cekal Dirut PT Djarum Victor Hartono akan menjadi indikator penting mengenai arah penyidikan kasus ini ke depan. Apakah pencabutan cekal berarti statusnya berubah ataukah penyidikan dianggap cukup? Publik dan pasar tentu akan terus memantau setiap pengumuman resmi dari Kejagung. - Candra Pratama/Disway -