Banjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh, Jalur Utama Putus Total

news.fin.co.id - 03/12/2025, 18:25 WIB

Banjir dan Longsor Lumpuhkan Aceh, Jalur Utama Putus Total

Proses pembukaan dan pembersihan jalan akses dari Sumatra Utara menuju Aceh Tamiang, pada Selasa (2/12).

Pengiriman perangkat Starlink ini menjadi salah satu langkah cepat untuk memastikan koordinasi antara petugas pusat, daerah, dan relawan tetap berjalan di tengah infrastruktur telekomunikasi yang lumpuh.

Distribusi Bantuan Dialihkan lewat Laut dan Udara

Karena jalur darat tidak bisa digunakan, BNPB menyalurkan bantuan logistik melalui jalur laut dan udara.

Pengiriman Bantuan via Laut

Advertisement

Pada Senin, 1 Desember 2025, BNPB mengirim bantuan logistik menuju Kota Lhokseumawe menggunakan Kapal Express Bahari. Pengiriman dilakukan dari Pelabuhan Krueng Geukeuh ke Pelabuhan Kuala Langsa.

Jenis bantuan yang dikirim mencakup:

  • Hygiene kit

  • Matras

  • Selimut

  • Sembako

  • Alat kebersihan

  • Makanan siap saji

Distribusi via Udara

Untuk wilayah-wilayah yang benar-benar terisolasi seperti Gayo Lues, Aceh Tamiang, dan Lhokseumawe, distribusi bantuan dilakukan menggunakan pesawat dan helikopter.

Metode pengiriman ini sangat krusial mengingat sebagian desa masih dikepung luberan banjir dan longsor yang membuat kendaraan darat tidak bisa masuk bahkan untuk logistik ringan.

Hingga Senin sore (1 Desember), jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor di Aceh mencapai 156 jiwa. Sementara itu, 181 orang masih dinyatakan hilang.

Korban tersebar di berbagai wilayah, meliputi:

  • Bener Meriah

  • Aceh Tengah

  • Pidie Jaya

  • Bireuen

  • Aceh Tenggara

  • Aceh Utara

  • Aceh Timur

  • Lhokseumawe

  • Gayo Lues

  • Subulussalam

  • Nagan Raya

Menurut Abdul, meningkatnya jumlah korban hilang dipengaruhi oleh banyaknya laporan tambahan dari masyarakat setelah akses komunikasi mulai pulih berkat perangkat darurat.

Jumlah Pengungsi Capai 479.300 Jiwa

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID