Ekonomi . 08/12/2025, 16:35 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Anggota Komisi VII DPR RI, Bane Raja Manalu menyoroti masalah kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi setelah banjir dan longsor menerjang sejumlah wilayah di Sumatera, terutama di Provinsi Sumatera Utara. Kondisi tersebut dinilai menimbulkan dampak besar bagi masyarakat serta memperlambat proses penanganan bencana di lapangan.
Di daerah terdampak seperti Kabupaten Dairi dan Kota Pematangsiantar, minimnya pasokan BBM membuat harga jual di tingkat pengecer melonjak drastis. Pertalite disebut dijual hingga Rp20.000–Rp25.000 per liter, sementara solar mencapai Rp12.000–Rp15.000 per liter.
"Masalah BBM ini jangan diremehkan karena dampaknya akan mempengaruhi banyak hal, utamanya untuk penanganan di lokasi bencana dan percepatan pemulihan," ujar Bane dalam konfirmasinya, Senin, 8 Desember 2025.
Ia menekankan bahwa situasi ini berlangsung hingga dua pekan setelah bencana terjadi sehingga mengganggu distribusi bantuan serta pergerakan warga di wilayah terdampak.
Menurutnya, Pertamina perlu bertindak lebih cepat dan tegas untuk memastikan kebutuhan BBM masyarakat dapat terpenuhi.
"Sudah dua pekan sejak bencana terjadi, masalah kelangkaan BBM masih belum teratasi. Bantuan untuk korban bencana terhambat, aktivitas warga terhambat," katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa kebutuhan pasokan BBM menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru turut menjadi hal yang harus diperhatikan.
Politisi tersebut mendorong Pertamina untuk menempuh berbagai langkah agar distribusi BBM tetap berjalan, termasuk membuka opsi jalur pengiriman alternatif.
Ia berharap perusahaan energi negara itu segera memberikan solusi nyata agar kondisi warga tidak semakin terdampak.
"Susah lewat darat, lewat laut. Susah lewat laut, tempuh lewat udara. Ini bukan kondisi normal, harus kerja ekstra," harapnya.
(Fajar Ilman)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media