Nasional . 08/12/2025, 13:50 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
fin.co.id – Komitmen Partai Gerindra terhadap hak-hak penyandang disabilitas ternyata bukan isapan jempol. Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Hashim Djojohadikusumo, membongkar fakta mengejutkan. Perjuangan itu sudah mereka mulai sejak partai berlambang kepala Garuda ini masih “Partai Bocil” dan belum punya kekuasaan. Kini, setelah menjadi bagian dari pemerintahan, Gerindra semakin bertekad bulat untuk membawa masyarakat disabilitas menuju kehidupan yang lebih baik.
Kabar ini mencuat dalam acara Peringatan Hari Disabilitas 2025 dengan tema #SetaraBerkarya: Meneguhkan Peran Disabilitas dalam Pembangunan Berkelanjutan di Ballroom Birawa Hotel Bidakara, Jakarta, pada Senin, 8 Desember 2025. Acara ini turut dihadiri oleh Menteri Sosial, Gus Ipul, menegaskan betapa seriusnya Gerindra menggarap isu krusial ini. Hashim Djojohadikusumo berbicara lantang di hadapan puluhan organisasi penyandang disabilitas, membagikan cerita yang membuat hati terenyuh dan semangat menyala.
Hashim dengan bangga menceritakan, sejak tahun 2013, faksi Partai Gerindra di DPR selalu menjadi garda terdepan menyambut aspirasi kawan-kawan disabilitas.
"Ini saya berbangga. Perjuangan kita sejak dari dulu, waktu Gerindra teroposisi, tidak punya kekuasaan apapun," ujar Hashim. Ia mengenang masa itu, Gerindra sering dipandang sebelah mata.
"Waktu itu, Gerindra itu Partai Bocil, Partai Goreng, gak diperhitungkan, gak diranggap. Kita Partai kejepit di DPR, termasuk paling kecil, tapi cukup gesit," tegasnya.
Gerindra membuktikan diri. Pada 2013, mereka menjadi satu-satunya partai yang gigih menanggapi permintaan pertemuan dan memperjuangkan aspirasi mereka, terutama melalui sosok Sumeiyati Arioso, Anggota DPR Komisi VIII saat itu.
Tekad Lama Membuahkan Hasil: Dari UU Penyandang Cacat Menjadi UU Disabilitas
Hashim menegaskan kembali landasan pendirian Gerindra, yaitu melayani rakyat yang tertindas, termiskin, dan tertinggal. Visi ini telah mereka tanamkan sejak 2008. Melalui janji dan sumpah yang ia sampaikan atas nama Ketua Umum Prabowo Subianto (yang saat itu masih menjabat Ketua Dewan Pembina) pada April 2013 di Balai Kartini, Gerindra bertekad mewujudkan Undang-Undang Disabilitas.
Misi utamanya sangat jelas: mengganti undang-undang yang sudah usang, yaitu Undang-Undang Penyandang Cacat, menjadi regulasi yang lebih modern, inklusif, dan yang paling penting, meningkatkan martabat kawan-kawan disabilitas.
Menurut statistik pemerintah, jumlah penyandang disabilitas di Indonesia mencapai kurang lebih 28 juta jiwa atau sekitar 10% dari total populasi. Angka ini sungguh besar, dan Gerindra melihatnya sebagai isu yang harus mereka tangani secara serius.
Hashim menegaskan, dengan posisi Gerindra saat ini yang berada dalam kekuasaan, mereka semakin bertekad untuk meningkatkan derajat, meningkatkan kesejahteraan, dan meningkatkan mutu kehidupan masyarakat disabilitas.
"Dalam posisi lemah, dan sekarang dalam posisi kuat, Partai Gerindra tetap, tetap memperhatikan saudara-saudara kita dari dunia disabilitas," katanya, disambut seruan "Amin" dari hadirin.
Dimensi Personal yang Menyentuh: Cucu Hashim Lahir dengan Down Syndrome
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media