Nasional . 08/12/2025, 13:50 WIB
Penulis : Sigit Nugroho | Editor : Sigit Nugroho
Di tengah pidatonya yang penuh semangat, Hashim membagikan kisah personal yang menjadi motivasi tersendiri dalam perjuangannya. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam inisiasi undang-undang disabilitas pada 2013 ternyata memiliki dimensi pribadi.
Tahun 2017, tiga tahun setelah pertemuan bersejarah di Balai Kartini, cucunya, Wirawardana, lahir dengan Down Syndrome. Hashim percaya ini adalah takdir dari Tuhan, sebuah rencana ilahi agar ia bisa lebih dekat dan menghayati perjuangan masyarakat disabilitas secara lebih mendalam.
"Saya sudah ikut perjuangan saudara-saudara, sebelum cucu saya lahir. Tapi Tuhan maha kuasa, maha tahu, Tuhan sudah meramalkan, dan sudah rencanakan ini. Dan saya kira itu akan supaya saya lebih dekat lagi, dengan perjuangan saudara-saudara," tuturnya, suaranya terdengar haru.
Kisah ini membuktikan bahwa perhatian Gerindra pada isu disabilitas bukan sekadar janji politik. Itu adalah komitmen yang tersemat dalam pengalaman pribadi pendiri dan penggerak partai. Bukti nyata kepedulian Gerindra juga terlihat di markas pusat mereka di Ragunan. Hashim menyebutkan, lift di DPP Gerindra sudah lama terpasang huruf Braille untuk mempermudah kader tunanetra.
Cita-Cita Besar: Mewujudkan Indonesia Bahagia!
Menutup pidatonya, Hashim Djojohadikusumo membawa audiens pada perspektif yang lebih luas, yaitu cita-cita berbangsa yang tertuang dalam tiga stanza Lagu Kebangsaan Indonesia Raya. Stanza pertama, Indonesia Merdeka, telah tercapai. Stanza kedua, yang harus diwujudkan saat ini, adalah Indonesia Bahagia. Stanza ketiga, Indonesia Abadi, hanya mungkin terwujud jika rakyatnya sudah bahagia.
Dia menegaskan bahwa tujuan utama dan tekad dari Prabowo Subianto melalui Kabinet Merah Putih adalah mewujudkan Indonesia Bahagia.
"Karena kita rasakan sebagian dari bangsa Indonesia, belum berbahagia," katanya.
Dengan komitmen yang kuat dan dukungan politik yang sekarang dimiliki, Hashim meyakini banyak harapan dari masyarakat disabilitas yang kini bisa terwujud. Ia berjanji, kepada 22 organisasi penyandang disabilitas yang hadir, bahwa Partai Gerindra tetap bersamamu, untuk selama-lamanya.
Ini menjadi sinyal kuat, perjuangan kesejahteraan disabilitas akan menjadi salah satu fokus utama pemerintahan yang akan datang. Gerindra telah menunjukkan rekam jejak yang konsisten, dan publik kini menantikan gebrakan nyata yang akan mereka lakukan untuk mewujudkan Indonesia yang benar-benar setara dan bahagia bagi semua warganya. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media