Viral . 08/12/2025, 14:07 WIB
Penulis : Wanda Afifah | Editor : Wanda Afifah
fin.co.id - Warga Aceh Tamiang akhirnya bisa bernapas lega. Setelah 10 hari penuh tanpa mandi dan tanpa akses air bersih, bantuan dari Tim Pertamina Peduli tiba dan langsung menjadi harapan baru bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang di wilayah tersebut.
Selama lebih dari seminggu, warga hidup dalam kondisi serba terbatas. Air bersih nihil, sementara lumpur dan genangan cokelat masih memenuhi banyak titik di desa-desa. Situasi itu membuat kebutuhan dasar seperti mandi, mencuci, hingga memasak hampir mustahil dilakukan. Begitu mobil tangki bantuan muncul, warga langsung menyambutnya dengan antusias.
Saat tangki air bersih berhenti di permukiman, warga tanpa menunda waktu langsung menenteng ember, jeriken, dan peralatan apa saja untuk menampung air. Banyak warga yang sudah rindu mandi bersih selama berhari-hari. Ada yang langsung membasuh wajah, ada yang mulai mencuci pakaian yang sebelumnya tak tersentuh karena keterbatasan air.
Momen itu mengalirkan rasa lega yang sulit ditutupi. Setelah hari-hari panjang mengandalkan air cokelat dari parit, kini mereka bisa mencuci pakaian tanpa khawatir kotor kembali atau menyebabkan iritasi kulit.
Sebagian warga bahkan terlihat mencuci pakaian di sekitar area tangki air. Mereka mengaku tak ingin menunda karena stok air bersih di rumah masih minim.
Banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang meninggalkan dampak serius. Selain merusak rumah warga dan fasilitas umum, banjir juga membuat jalur distribusi air bersih terputus total. Sumber air tercemar lumpur pekat, sementara sumur-sumur warga tidak bisa digunakan karena ikut tergenang.
Selama beberapa hari, satu-satunya “sumber air” yang dapat mereka manfaatkan hanyalah air berwarna cokelat yang mengendap di parit. Warga terpaksa mandi dan mencuci pakaian menggunakan air tersebut, meski mengetahui risikonya.
Situasi itu membuat kondisi kesehatan masyarakat rawan terganggu. Risiko penyakit kulit meningkat, begitu pula potensi infeksi akibat penggunaan air yang tidak higienis. Karena itulah kedatangan bantuan air bersih menjadi sangat krusial.
Tim Pertamina Peduli hadir membawa suplai air bersih sebagai bentuk aksi tanggap darurat. Kehadiran mereka langsung menjawab kebutuhan paling mendesak warga. Distribusi air dilakukan dengan mobil tangki yang menjangkau area-area yang paling terdampak.
Bantuan ini tidak hanya mengembalikan akses air bersih, tetapi juga memberi penguatan moral bagi warga yang sedang berusaha bangkit dari bencana. Di tengah ketidakpastian pasca banjir, akses air bersih menjadi simbol pemulihan dan harapan baru.
Dengan mulai tersedianya suplai air bersih, warga kini bisa kembali menjalankan aktivitas dasar. Mandi, mencuci pakaian, hingga membersihkan rumah yang masih berlumpur bisa dilakukan lebih leluasa.
Pemulihan ini tentu tidak instan. Banyak rumah masih butuh perbaikan, dan jalur air bersih permanen perlu kembali diaktifkan. Namun bantuan yang datang tepat waktu memberikan landasan awal untuk memulihkan kehidupan sehari-hari.
Warga berharap bantuan seperti ini terus berlanjut hingga infrastruktur air benar-benar kembali normal. Mereka juga berharap pemerintah dan lembaga kemanusiaan lainnya ikut mempercepat pemulihan, terutama pada fasilitas sumber air yang rusak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media