Nasional . 09/12/2025, 14:59 WIB

BKSDA Aceh Jelaskan Penggunaan 4 Gajah untuk Bersihkan Puing Pascabanjir di Pidie Jaya

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh memberikan penjelasan terkait keterlibatan empat gajah jinak dalam membantu membersihkan puing kayu pascabanjir bandang di permukiman warga Kabupaten Pidie Jaya, Aceh. Kepala Balai KSDA Aceh, Ujang Wisnu Barata, menegaskan bahwa keputusan menurunkan gajah telah melalui perencanaan matang dan sepenuhnya berpegang pada prinsip kesejahteraan satwa (animal welfare).

Ia menjelaskan bahwa sebelum gajah diberangkatkan ke lapangan, tim melakukan survei menyeluruh untuk memastikan kondisi lokasi, aksesibilitas, tingkat keamanan, serta kebutuhan operasional.

"Hasil survei tersebut menjadi dasar penentuan rute, titik kerja, area istirahat gajah, serta pengaturan durasi kerja yang disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi satwa," kata Ujang, Selasa, 9 Desember 2025.

Kesejahteraan Gajah Jadi Prioritas

Ujang memastikan bahwa seluruh aspek kesehatan dan kenyamanan gajah diperhatikan dengan ketat. Area istirahat dipersiapkan secara layak, termasuk ketersediaan pakan, suplemen, serta pemantauan kesehatan rutin. Kebutuhan air minum juga diperhitungkan, tim menyiagakan satu unit mobil slip-on berisi tangki dan selang air yang standby setiap saat di lokasi.

Ia menambahkan, penggunaan gajah terlatih dalam operasi kebencanaan bukan hal baru, baik di Indonesia maupun negara-negara Asia lainnya. Pendekatan ini merupakan bentuk pemanfaatan satwa secara lestari asalkan dilakukan dengan kehati-hatian dan pendampingan mahout yang berpengalaman.

“Keempat Gajah terlatih diangkut menggunakan truk langsir dari tempat tambat menuju lokasi target penanganan, hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan Gajah termasuk menghindari stres sebelum mendukung penanganan area terdampak banjir,” ujar Ujang.

Koordinasi dengan Pemerintah Daerah dan Aparat

Penetapan titik-titik kerja dilakukan melalui koordinasi intensif dengan Bupati Pidie Jaya dan unsur kepolisian setempat. Langkah ini memastikan keamanan seluruh personel dan satwa, sekaligus mengatur batas waktu kerja agar gajah tidak bekerja melebihi kapasitasnya.

Tim lapangan terdiri dari delapan mahout, personel Polisi Kehutanan (Polhut) Resor, serta dokter hewan yang dibekali perlengkapan medis lapangan.

"Seluruh kegiatan turut mendapat pengawalan penuh dari unsur kepolisian, sehingga operasional dapat berlangsung tertib, aman, dan terarah," jelas Ujang.

Dukungan untuk Pemulihan Pascabencana

Mobilisasi gajah jinak ini menjadi salah satu upaya kolaboratif mempercepat pemulihan lingkungan pascabanjir, terutama di area yang sulit dijangkau alat berat. Selain membantu percepatan pembersihan, langkah ini menegaskan komitmen BKSDA bahwa keterlibatan satwa dalam operasi lapangan harus selalu mengutamakan aspek kesejahteraan dan keselamatannya.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com