Internasional . 09/12/2025, 21:20 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Peningkatan aktivitas militer ini mempertegas ketegasan maritim China yang selama ini telah membuat Jepang, Amerika Serikat, dan negara-negara Indo-Pasifik lainnya waspada.
Wilayah Okinawa memiliki nilai strategis yang sangat tinggi karena lokasinya dekat dengan Taiwan. China selama ini menganggap Taiwan sebagai:
“Provinsi pemberontak yang harus disatukan kembali dengan daratan, jika perlu dengan kekerasan.”
Latihan militer di sekitar Okinawa dan Samudera Pasifik ini pun dinilai sebagai:
Sinyal tekanan politik dan militer ke Taiwan
Pesan kuat kepada Jepang dan sekutu Amerika Serikat
Lonjakan ketegangan terbaru antara Jepang dan China juga dipicu oleh pernyataan Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi. Ia menegaskan bahwa:
Serangan militer terhadap Taiwan dapat menciptakan “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” bagi Jepang.
Pernyataan tersebut mengisyaratkan bahwa Jepang dapat terlibat langsung melalui Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) bila konflik di Taiwan pecah. Hal inilah yang membuat hubungan Tokyo–Beijing kembali memanas.
Menanggapi manuver kapal induk Liaoning, Jepang langsung:
Mengerahkan pesawat pemantau
Meningkatkan pengawasan udara dan laut
Memastikan pergerakan armada China terus termonitor
Langkah ini menjadi bagian dari strategi Jepang untuk memastikan keamanan wilayahnya tetap terjaga, terutama di kawasan selatan yang berbatasan langsung dengan wilayah sensitif geopolitik Asia Timur.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media