Tragedi Kebakaran Terra Drone! Kapolsek Kemayoran Ikut Jadi Korban, Api Cuma di Lantai Dasar Tapi 22 Karyawan Tewas!

news.fin.co.id - 09/12/2025, 20:27 WIB

Tragedi Kebakaran Terra Drone! Kapolsek Kemayoran Ikut Jadi Korban, Api Cuma di Lantai Dasar Tapi 22 Karyawan Tewas!

Kapolsek Kemayoran Kompol Agung Adriansyah terluka saat penanganan kebakaran Terra Drone

fin.co.id – Tragedi kebakaran maut yang melanda ruko kantor Terra Drone di Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 12.43 WIB, menyisakan duka mendalam dan fakta yang mengejutkan. Tidak hanya 22 karyawan yang tewas dan petugas pemadam kebakaran yang terluka, insiden ini juga menjatuhkan korban dari jajaran kepolisian. Kapolsek Kemayoran, Kompol Agung Adriansyah, ikut menjadi korban luka saat penanganan darurat di lokasi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Susatyo Purnomo Condro, mengonfirmasi kabar tersebut. “Dan juga satu anggota kami, Kapolsek Kemayoran juga terluka di bagian tangan,” katanya kepada awak media, Selasa 9 Desember 2025.

Perwira polisi berpangkat melati satu itu langsung dilarikan ke rumah sakit. “Saat ini sedang ditangani di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih,” ujar Kombes Susatyo. Keterlibatan langsung Kapolsek dan luka yang dialaminya menunjukkan betapa genting dan berbahayanya proses evakuasi yang terjadi di lokasi kebakaran.

Api Terkonsentrasi di Dasar, Asap Mematikan di Atas

Advertisement

Fakta paling mencengangkan dari insiden ini adalah mekanisme kematian para korban. Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta, Bayu Meghantara, mengungkapkan bahwa api utama hanya membakar area lantai dasar gedung. Api ternyata tidak merambat atau menjalar ke lantai atas.

Lalu, mengapa korban tewas mencapai 22 orang?

Bayu menjelaskan, masalah utamanya adalah asap tebal dan beracun yang menyebar cepat hingga ke lantai 3 dan 4. Banyak korban ditemukan meninggal dunia akibat terjebak dan menghirup asap pekat di area tersebut. Asap hitam mematikan jauh lebih cepat daripada kobaran api itu sendiri.

“Innalillahi wainnailaihi rojiun, ada 22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan 7 laki-laki. Seluruhnya adalah karyawan Terra Drone,” kata Bayu.

Meskipun demikian, berkat upaya heroik tim gabungan, 19 orang berhasil diselamatkan dari dalam gedung. Sayangnya, proses penyelamatan yang berat itu juga melukai beberapa anggota damkar, termasuk luka lecet di kepala.

Dugaan Pemicu: Baterai Lithium

Insiden ini terjadi tepat saat jam makan siang, ketika sebagian besar dari sekitar 80 karyawan sedang berada di dalam gedung. Waktu respons tim pemadam kebakaran tergolong cepat, sekitar tujuh menit, dan api berhasil dipadamkan kurang dari satu jam kemudian, tepatnya pukul 13.41 WIB. Bayu Meghantara menyebut timnya menemukan adanya upaya pemadaman awal di lokasi menggunakan lima unit Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Namun, upaya mandiri ini gagal total, diduga karena material yang memperburuk kondisi api. Informasi awal mengarah pada dugaan pemicu yang sangat spesifik dan berbahaya: baterai lithium.

“Jenis baterai lithium yang ada di kantor diduga memperburuk kondisi kebakaran. Penyebab ledakan baterai masih dalam penyelidikan,” jelas Bayu. Baterai lithium dikenal dapat menghasilkan panas ekstrem dan kobaran api yang sulit dipadamkan jika terbakar, bahkan berpotensi meledak.

Advertisement

Saat ini, penyidik masih mengumpulkan fakta terkait sumber api, dugaan ledakan baterai lithium, serta menelusuri standar sistem keselamatan gedung yang diterapkan oleh manajemen Terra Drone.

Evakuasi yang Berat dan Korban yang Berjatuhan

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID