Bayu Meghantara menyoroti faktor utama yang menyebabkan tingginya jumlah korban jiwa. Meskipun api cepat dipadamkan, proses evakuasi dari lantai atas sangat memakan waktu dan tenaga yang besar.
“Kesulitannya terkait dengan evakuasi dari lantai atas. Jalur akses ke atas membutuhkan energi ekstra sehingga mempengaruhi jumlah korban,” ucapnya. Ini memperkuat dugaan bahwa fasilitas jalur evakuasi dan tangga darurat di gedung tersebut tidak berfungsi optimal atau memang tidak memadai.
Dengan 22 korban tewas dan anggota kepolisian serta damkar yang terluka, tragedi ini menjadi catatan hitam serius tentang keselamatan gedung perkantoran di Jakarta. Penyelidikan mendalam harus segera mengungkap apakah ada kelalaian fatal terkait penyimpanan material berbahaya dan kesiapan jalur penyelamatan darurat. Ini adalah alarm keras bagi seluruh perusahaan di Ibu Kota. - Rafi Adhi/Disway -