fin.co.id - Rute MRT Fatmawati–TMII akhirnya masuk ke daftar pengembangan besar MRT Jakarta. Proyek ini bakal terintegrasi langsung dengan LRT Jabodebek, memberi sinyal kuat bahwa mobilitas di kawasan selatan–timur Jakarta akan berubah total dalam beberapa tahun ke depan.
Langkah ambisius ini muncul dari penjelasan Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat, saat peresmian Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia. Ia memastikan integrasi tersebut baru terlaksana setelah konstruksi fase tiga, yaitu jalur timur–barat Medan Satria–Tomang, rampung.
Konstruksi Fase Tiga Dimulai Tahun Depan
Tuhiyat menegaskan bahwa pembangunan fase tiga harus berjalan tanpa hambatan agar pengembangan selanjutnya bisa ikut meluncur tepat waktu. Ia ikut meminta dukungan publik dan seluruh pemangku kepentingan demi kelancaran proyek strategis ini.
Mulai 2026, MRT Jakarta akan mengeksekusi jalur timur–barat Medan Satria–Tomang sepanjang 24,5 km. Ini merupakan bagian dari mandat pemerintah untuk memperluas jaringan transportasi publik berbasis rel, sehingga mobilitas masyarakat makin cepat dan terjangkau.
Rute Fatmawati–TMII Lewati 10 Stasiun Potensial
Rencana rute MRT Fatmawati–TMII akan melewati 10 titik vital. Daftarnya meliputi:
- Fatmawati
- Antasari
- Ampera
- Warung Jati
- Tanjung Barat
- Ranco
- Jalan Raya Bogor
- Tanah Merdeka
- Kampung Rambutan
- TMII
Kehadiran stasiun-stasiun ini membuka ruang konektivitas baru, terutama bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan Transjakarta, KRL, atau LRT Jabodebek.
Rute Fatmawati–TMII nantinya terhubung mulus dengan MRT fase satu (Lebak Bulus–Bundaran HI). Artinya, pergerakan dari selatan ke pusat, lalu melanjut ke timur Jakarta, bakal berlangsung dalam satu ekosistem transportasi yang saling terintegrasi.
Tak Lagi Bergantung pada JICA
Ada hal menarik yang membedakan fase empat dari proyek MRT sebelumnya. Skema pembiayaannya tak lagi mengandalkan Jepang lewat JICA. MRT Jakarta akan memakai model Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).
Skema ini biasanya mempercepat proses pengadaan sekaligus memperluas peluang investasi dari sektor swasta. Jika eksekusinya mulus, warga bisa menikmati sarana transportasi modern tanpa harus menunggu terlalu lama.
Proyek Timur–Barat: Menghubungkan Cikarang Hingga Balaraja
Fase empat bukan proyek kecil. Ini bagian dari jaringan raksasa timur–barat yang dirancang menghubungkan kawasan industri Cikarang, permukiman padat Bekasi, dan area berkembang di Balaraja, Tangerang.