PANAS! Manuver Internal NU Kian Menghangat, PMNU: Kembali ke Titik Nol!

news.fin.co.id - 10/12/2025, 18:58 WIB

PANAS! Manuver Internal NU Kian Menghangat, PMNU: Kembali ke Titik Nol!

Di tengah panasnya dinamika NU jelang suksesi, Ketua Umum PMII, M. Nadhim Ardiansyah, menyerukan dukungan penuh pada Rais Aam. Keputusan Syuriyah disebut harga mati!

fin.co.id - Dinamika internal Nahdlatul Ulama (NU) kian memanas, mirip bursa saham yang sedang diuji volatilitasnya. Menjelang pergantian kepemimpinan penting, Ketua Umum Pergerakan Mahasiswa NU, M. Nadhim Ardiansyah, muncul dan menyuarakan sikap yang sangat tegas.

Nadhim tidak berbasa-basi. Ia menyerukan seluruh kader dan struktur NU untuk kembali ke Syuriyah, kembali ke Rais Aam, dan kembali ke sumber legitimasi organisasi yang paling tinggi. Ini adalah sinyal kuat untuk menghentikan berbagai spekulasi dan tarik-menarik kepentingan.

"Keputusan Syuriyah adalah pedoman tertinggi. Ia mengikat seluruh struktur NU dari pusat hingga pelosok. Karena itu, kami memberikan dukungan penuh kepada Rais Aam dan langkah beliau memimpin rapat pleno Syuriyah PBNU pada 9–10 Desember 2025," ujar Nadhim mantap, memberi garansi legitimasi penuh pada keputusan ulama tertinggi.

Bukan hanya soal dukungan, Nadhim menjabarkan langkah-langkah yang harus disetujui, "Mulai dari pengangkatan Pj Ketua Umum hingga penetapan jadwal Muktamar ke-35—kami berdiri tegas bersama Rais Aam.”

Advertisement

Rais Aam Bukan Kaleng-Kaleng: Penjaga Marwah Kewenangan Ulama!

Nadhim menegaskan bahwa Rais Aam bukan sekadar jabatan struktural biasa. Figur ini adalah penjaga marwah kewenangan ulama dalam tubuh NU. Dalam masa transisi yang sarat dengan potensi salah tafsir dan kegaduhan, Rais Aam berfungsi sebagai jangkar yang memastikan semua dinamika organisasi kembali pada rel yang benar.

"Rais Aam adalah titik keseimbangan. Ketika suasana mengabur, beliaulah yang menjaga terang,” katanya.

Sikap tegas ini pun ditujukan langsung ke berbagai forum kultural yang mulai bermunculan di Bangkalan, Ploso, Tebuireng, Cirebon, Jogja, hingga Surabaya. Forum-forum tersebut, menurutnya, adalah ekspresi yang sehat dari warga, selama tidak sampai menabrak rambu lembaga formal NU.

Nadhim memberikan ultimatum yang menyeimbangkan gairah dan aturan:

"Semua forum itu ikhtiar baik. Tetapi keputusan Syuriyah—yang dipimpin langsung Rais Aam—adalah rumah resmi di mana semua ikhtiar harus bermuara. Gairah harus bertemu aturan. Semangat harus bertemu adab."

Ia juga mengingatkan bahwa para mustasyar memiliki ruang yang sah untuk menyampaikan pandangan mereka melalui rapat pleno PBNU, dan ruang tersebut berada sepenuhnya di bawah koordinasi kepemimpinan Rais Aam.

Bahkan, Nadhim sempat menyinggung potensi farewell bagi Gus Yahya. Menurutnya, Gus Yahya tetap dapat diundang untuk menyampaikan salam perpisahan jika hal itu melancarkan proses transisi. "Dalam NU, perpisahan bukan luka—itu bagian dari adab,” katanya dengan nada meneduhkan.

Kepatuhan Kepada Rais Aam Adalah Kunci Selamat Organisasi!

Advertisement

Intinya, Nadhim menegaskan bahwa arah organisasi tidak boleh ada keraguan. Loyalitas dan kepatuhan kepada Rais Aam adalah kunci utama keselamatan organisasi di tengah gejolak.

“Dalam masa seperti ini, kepatuhan kepada Rais Aam adalah kepatuhan kepada mekanisme. Dan mekanisme adalah syarat keselamatan organisasi,” tegasnya, menjadikan kepatuhan sebagai syarat mutlak suksesnya transisi.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Penulis FIN.CO.ID