fin.co.id - Bek Timnas Indonesia, Calvin Verdonk, kembali menunjukkan sisi humaniternya yang jarang terekspos publik. Kali ini, pemain yang dikenal dengan kemampuan bertahan tangguh ini menyasar korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Aksi sosialnya tak diumbar ke media, namun dampaknya terasa besar bagi para penyintas.
Verdonk bekerja sama dengan Yayasan Amal Produktif untuk menyalurkan bantuan berupa 125 paket hygiene kit. Paket ini berisi kebutuhan dasar yang sangat dibutuhkan oleh para pengungsi di posko-posko darurat, mulai dari sabun, pasta gigi, handuk, hingga perlengkapan kebersihan lainnya. Menurut Yayasan Amal Produktif, bantuan ini sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan korban yang tengah menghadapi kondisi sulit pasca-bencana.
Menariknya, aksi kemanusiaan Verdonk ini dilakukan secara diam-diam. Informasi tentang bantuan baru terungkap setelah yayasan memutuskan untuk mempublikasikannya lewat media sosial. Unggahan akun Instagram @naufalafh menyebutkan bahwa keputusan tersebut dibuat bukan untuk mencari perhatian, melainkan untuk menginspirasi masyarakat agar ikut peduli pada sesama yang terdampak bencana.
Langkah Verdonk ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap sesama bisa dilakukan tanpa sorotan publik, namun tetap memiliki efek positif yang luas. Bantuan yang diberikan juga menunjukkan pemahaman Verdonk akan kebutuhan mendesak para pengungsi, terutama terkait kesehatan dan kebersihan di tengah kondisi darurat.
Bencana banjir dan longsor yang melanda beberapa wilayah di Sumatera dalam beberapa minggu terakhir menimbulkan kerugian besar. Puluhan rumah rusak, fasilitas umum terdampak, dan ratusan warga harus mengungsi. Dalam situasi seperti ini, bantuan berupa hygiene kit menjadi sangat krusial untuk mencegah penyebaran penyakit serta menjaga moral pengungsi.
Tidak banyak atlet yang secara langsung turun tangan dalam aksi sosial, apalagi secara diam-diam. Namun, Verdonk membuktikan bahwa kontribusi kecil sekalipun bisa memberikan dampak nyata. Paket hygiene kit yang dikirimnya menjadi bukti nyata bahwa kepedulian tidak selalu harus spektakuler untuk dirasakan manfaatnya.