Internasional . 13/12/2025, 21:53 WIB

Gencatan Senjata Gagal! Kamboja vs Thailand Kembali Perang, Bayi Tewas dan Ratusan Ribu Orang Terusir!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Ketegangan di perbatasan Kamboja–Thailand kembali meningkat drastis dan memicu krisis kemanusiaan berskala besar.

Sejak awal pekan ini, lebih dari 500.000 warga dari kedua negara terpaksa meninggalkan rumah mereka, menyusul bentrokan bersenjata yang kembali pecah di sekitar kawasan kuil yang masih disengketakan.

Menurut laporan AFP, konflik terbaru ini telah menewaskan sedikitnya 15 orang, yang terdiri dari tentara Thailand serta warga sipil Kamboja. Situasi terus memburuk seiring meluasnya pertempuran yang kini melibatkan artileri berat, tank, jet tempur, hingga drone militer di sedikitnya lima provinsi di wilayah perbatasan.

Di Samraong, wilayah barat laut Kamboja, suara dentuman artileri dilaporkan terdengar sejak Rabu pagi. Ketegangan meningkat tajam hingga sore hari, ketika ratusan keluarga kembali dievakuasi setelah pihak berwenang menyatakan bahwa pagoda yang sebelumnya dijadikan tempat pengungsian sudah tidak aman.

Warga mengaku ketakutan setelah pesawat tempur Thailand terbang sangat rendah di dekat kawasan kuil.

“Kami harus pergi karena jet tempur terbang sangat dekat. Kami takut serangan akan mengenai tempat ini,” ujar Seut Soeung (30), salah satu warga yang mengungsi.

Sengketa Lama, Luka yang Kembali Terbuka

Konflik ini berakar pada sengketa perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer antara Kamboja dan Thailand, yang jejaknya sudah ada sejak masa kolonial. Kawasan sekitar kuil-kuil bersejarah di perbatasan menjadi titik paling rawan dan kerap memicu ketegangan militer.

Bentrok terbaru ini menjadi eskalasi terburuk sejak insiden pada Juli lalu, yang saat itu sempat mereda setelah adanya campur tangan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, serta dukungan diplomatik dari negara-negara ASEAN.

Namun, gencatan senjata yang disepakati kala itu kini runtuh.

Pemerintah Thailand menyatakan telah mengevakuasi lebih dari 400.000 warganya dari wilayah perbatasan yang dianggap tidak aman. Sementara itu, Kamboja melaporkan lebih dari 101.000 orang telah dipindahkan ke berbagai lokasi pengungsian darurat.

Sebagian besar pengungsi berlindung di sekolah, pagoda, balai desa, dan tempat penampungan sementara, dengan kondisi yang semakin memprihatinkan akibat keterbatasan logistik dan ancaman serangan lanjutan

Pemerintah Kamboja menuding militer Thailand melakukan penembakan secara membabi buta ke wilayah sipil dan fasilitas publik, termasuk sekolah dan area kuil Ta Krabey.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com