GILA! Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Tembus Rp92,9 Triliun, Begini Kata OJK

news.fin.co.id - 13/12/2025, 21:43 WIB

GILA! Utang Pinjol dan Paylater Warga Indonesia Tembus Rp92,9 Triliun, Begini Kata OJK

Aplikasi Pinjol Bunga Rendah OJK, Pinjam Uang jadi Nyaman dan Aman

Kabar baiknya, lonjakan outstanding paylater diikuti dengan perbaikan kualitas pembiayaan. OJK mencatat rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross paylater turun dari 2,92 persen pada September menjadi 2,79 persen pada Oktober 2025.

Penurunan ini menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna paylater masih mampu memenuhi kewajiban pembayaran mereka, meski nilai transaksi terus meningkat.

Sebagai gambaran besarnya skala pembiayaan digital di Tanah Air, OJK mencatat bahwa total utang masyarakat melalui pinjol dan layanan BNPL/paylater mencapai Rp 101,3 triliun per September 2025.

Angka ini mencerminkan betapa masifnya peran layanan keuangan digital dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Advertisement

Gagal Bayar Anak Muda Melonjak Tajam

Di balik pertumbuhan yang impresif, OJK menyoroti sisi gelap dari tren ini, yakni lonjakan gagal bayar di kalangan anak muda.

Berdasarkan statistik OJK:

  • Peminjam di bawah 19 tahun dengan pinjaman macet mencapai 21.774 akun pada semester I 2025

  • Angka ini melonjak 763 persen dibandingkan semester I 2024 yang hanya 2.521 akun

Sementara itu, pada kelompok usia 19 hingga 34 tahun, jumlah akun pinjaman macet juga naik 54,4 persen secara tahunan, menjadi 438.707 akun pada periode yang sama.

Lonjakan ini menjadi sinyal peringatan serius terkait penggunaan pinjol dan paylater di kalangan generasi muda.

Menanggapi fenomena tersebut, Agusman menjelaskan bahwa meningkatnya gagal bayar, khususnya pada kelompok usia muda, tidak lepas dari rendahnya literasi dan kesadaran pengelolaan keuangan.

Menurutnya, banyak anak muda yang belum sepenuhnya memahami risiko pinjaman digital, termasuk bunga, denda, serta konsekuensi kredit macet terhadap masa depan finansial mereka.

Peningkatan kredit macet pada borrower muda salah satunya disebabkan rendahnya literasi keuangan dan lemahnya pengelolaan keuangan pribadi, jelas Agusman.

Lonjakan pinjol dan paylater menunjukkan bahwa inklusi keuangan digital di Indonesia berkembang pesat. Namun, di sisi lain, kondisi ini juga menjadi tantangan besar bagi regulator, industri, dan masyarakat.

Advertisement
Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID