fin.co.id - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali meningkat tajam dalam beberapa pekan terakhir, militer Amerika Serikat disebut telah mengerahkan berbagai jenis pesawat tempur canggih di sepanjang pantai Venezuela.
Langkah ini memicu kekhawatiran luas akan potensi konflik terbuka antara Washington dan pemerintahan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro.
Informasi ini terungkap di tengah operasi militer AS yang semakin masif di kawasan Laut Karibia, yang secara resmi diklaim sebagai bagian dari upaya pemberantasan perdagangan narkoba internasional.
Namun, skala pengerahan kekuatan militer tersebut dinilai melampaui operasi rutin, sehingga memunculkan spekulasi eskalasi konflik.
Data dari situs pelacakan penerbangan Flightradar24 mengidentifikasi aktivitas militer yang tidak biasa di kawasan Teluk Venezuela. Pada Selasa (9/12/2025), sebuah jet tempur F/A-18 milik Angkatan Laut AS terpantau mengitari kawasan tersebut selama lebih dari 40 menit, bahkan mendekati garis pantai Venezuela.
Tak hanya satu, sejumlah pesawat tempur lain juga disebut berada di udara di sekitar wilayah tersebut pada hari yang sama. Aktivitas ini memperlihatkan pola patroli intensif yang jarang terjadi sebelumnya.
Selain jet tempur, sebuah drone pengawasan jarak jauh milik AS juga terpantau melakukan penerbangan berulang selama beberapa jam di sepanjang 500 mil kawasan Laut Karibia.
Menariknya, ini merupakan pertama kalinya drone jenis tersebut mengirimkan sinyal di wilayah itu setidaknya dalam satu bulan terakhir.
Penerbangan serupa kembali terdeteksi pada Jumat 12 Desember 2025, menandakan bahwa operasi pengawasan udara AS di kawasan Venezuela dilakukan secara berkelanjutan.
Bomber Strategis dan Jet Siluman Dikerahkan
Tak berhenti di situ, Amerika Serikat juga disebut telah mengerahkan kekuatan udara strategis dalam skala besar. Antara akhir Oktober hingga akhir November 2025, tercatat lima pesawat pembom berat B-1 dan B-52, serta dua jet tempur F/A-18, terbang dalam radius sekitar 25 mil dari pantai Venezuela.
Bahkan, sejumlah pesawat lain yang tidak terdeteksi dalam data pelacakan sipil turut terlihat di langit Karibia. Foto-foto resmi yang dirilis militer AS menunjukkan keberadaan pesawat pembom strategis yang dikawal jet tempur siluman F-35. Kehadiran F-35 ini semakin mempertegas keseriusan operasi militer yang dijalankan Washington.
Operasi Karibia dan Tuduhan Narkoba
Sebelumnya, Amerika Serikat telah mengerahkan armada kapal perang ke kawasan Karibia sejak September 2025. Operasi ini diklaim sebagai bagian dari pemberantasan penyelundupan narkoba lintas negara.