Menariknya, sebelum isu kenaikan PPN mencuat, Purbaya pernah mengkaji peluang untuk menurunkan tarif PPN. Namun, kajian itu memunculkan kekhawatiran besar. Penurunan PPN sebesar 1% saja berpotensi menyebabkan negara kehilangan penerimaan sebesar Rp70 triliun! Risiko kehilangan puluhan triliun inilah yang membuat pemerintah sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan.
Oleh karena itu, fokus utama pemerintah saat ini bukan pada penyesuaian tarif, melainkan pada perbaikan sistem penerimaan pendapatan, baik dari sektor pajak maupun bea cukai. Perbaikan sistem dianggap sebagai cara yang lebih aman dan efektif untuk mengoptimalkan pemasukan negara tanpa harus membebani masyarakat dengan tarif PPN yang lebih tinggi.
Kapan Keputusan PPN Dievaluasi? Ini Jadwal dari Menkeu!
Lalu, kapan masyarakat bisa mendapatkan kejelasan mengenai nasib tarif PPN? Purbaya memberikan batas waktu yang jelas. Pemerintah akan memantau perkembangan penerimaan negara setelah perbaikan sistem berjalan hingga triwulan II-2026. Namun, evaluasi awal mengenai rencana penyesuaian tarif PPN akan dilakukan lebih cepat.
“Mungkin akhir triwulan pertama saya sudah lihat. Dari situ, saya bisa ukur sebetulnya potensi saya berapa sih yang riil. Nanti kalau saya hitung, kurangnya berapa, dampak pertumbuhan ekonominya berapa,” ujar Purbaya pada 12 Oktober 2025. Artinya, di akhir Triwulan I-2026, Menkeu akan memiliki data riil potensi penerimaan. Data ini, ditambah proyeksi pertumbuhan ekonomi, akan menjadi dasar tunggal apakah PPN layak untuk diutak-atik atau tidak. Jika ekonomi melaju kencang, barulah peluang PPN naik terbuka lebar! - Anisha Aprilia/Disway -