fin.co.id - Direktorat Reserse Siber (Ditsiber) Polda Metro Jaya menjalin koordinasi dengan Polda Jawa Barat dalam penanganan laporan yang menyeret YouTuber Resbob. Laporan tersebut diterima Polda Metro Jaya pada Jumat, 12 Desember 2025, dan telah diteruskan untuk ditangani oleh Ditsiber.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, menyampaikan bahwa laporan tersebut masih berada pada tahap awal penanganan.
“Ada laporan di Polda Metro Jaya, baru tanggal 12 Desember kemarin dan sudah didistribusikan ke Ditsiber. Nanti kalau Ditsiber menangani, pasti akan koordinasi dengan Polda Jabar,” ujar Budi kepada wartawan, Selasa, 16 Desember 2025.
Ia menjelaskan, besar kemungkinan proses hukum terhadap Resbob akan dilanjutkan oleh Polda Jawa Barat. Hal ini sejalan dengan penanganan perkara terhadap MAF yang kini juga berada dalam kewenangan Polda Jabar.
Resbob diketahui langsung dibawa ke wilayah hukum Polda Jawa Barat sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten. Sebelumnya, yang bersangkutan diamankan oleh aparat kepolisian di wilayah Jawa Timur.
“Polda Metro tidak menangani. Saat mendarat di Soetta, yang bersangkutan langsung dibawa ke Polda Jabar,” jelasnya.
Meski demikian, laporan terhadap Resbob sebelumnya juga telah masuk ke Polda Metro Jaya. Ia dilaporkan atas dugaan ujaran kebencian bermuatan SARA setelah pernyataannya yang dinilai menghina masyarakat Sunda beredar luas di media sosial.
Ucapan tersebut pertama kali viral melalui unggahan akun Instagram cat warrior Indonesia yang menampilkan rekaman Adimas saat melakukan siaran langsung dan mengucapkan kalimat bernada rasis terhadap masyarakat Sunda.
Merasa tersinggung, Cepi Hendrayani, seorang advokat asal Sunda, menilai pernyataan itu sebagai bentuk penistaan terhadap kehormatan suku Sunda. Ia kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polda Metro Jaya pada Jumat, 12 Desember 2025.
Ucapan Viral Bernada Rasis
Dalam rekaman yang beredar luas, Adimas diduga melontarkan pernyataan, “semua orang Sunda anj*ng, Viking anj*ng… Pokoknya semua Sunda anj*ng,”.
Ucapan tersebut sempat mendapat respons dari sejumlah pengguna lain dalam siaran langsung. Namun, Adimas kembali mengulang pernyataan yang dinilai menghina masyarakat Sunda serta kelompok suporter.
“Selain itu, sebuah unggahan lain menyertakan narasi tambahan yang mempertegas unsur kebencian, disertai penyebutan isu-isu personal yang memantik lebih banyak reaksi publik,” katanya kepada awak media, Jumat, 12 Desember 2025.
Ucapan Viral Bernada Rasis
Dalam rekaman yang beredar luas, Adimas diduga melontarkan pernyataan, “semua orang Sunda anj*ng, Viking anj*ng… Pokoknya semua Sunda anj*ng,”.