Pedagang Pasar Kramat Jati Minta Kredit Rp500 Juta Usai Kebakaran, Ini Jawaban Pramono Anung

news.fin.co.id - 16/12/2025, 21:28 WIB

Pedagang Pasar Kramat Jati Minta Kredit Rp500 Juta Usai Kebakaran, Ini Jawaban Pramono Anung

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo saat meninjau lokasi kebakaran di Blok C2 Los Buah Pasar Induk Kramat Jati, Selasa, 16 Desember 2025. Foto: Cahyono

fin.co.id – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan, para pedagang di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, meminta kemudahan akses permodalan setelah lapak mereka terdampak kebakaran. Permintaan tersebut disampaikan langsung oleh para pedagang saat Pramono meninjau lokasi kebakaran di Blok C2 Los Buah Pasar Induk Kramat Jati, Selasa, 16 Desember 2025.

Pramono menjelaskan, pedagang korban kebakaran berharap dapat memperoleh fasilitas kredit usaha dari Bank Jakarta dengan nilai mencapai Rp500 juta sebagai modal untuk kembali berdagang.

“Tadi para pedagang meminta untuk diberikan kemudahan mengambil kredit dari Bank Jakarta. Ketika saya tanya berapa yang akan diambil, Rp500 juta,” kata Pramono.

Menanggapi hal itu, Pramono meminta pihak Bank Jakarta agar memberikan kemudahan akses kredit bagi para pedagang agar roda usaha bisa kembali berputar.

Advertisement

Ia juga optimistis para pedagang buah tersebut tidak akan mengalami kredit macet. Menurutnya, nilai transaksi di Los Buah Pasar Induk Kramat Jati tergolong sangat besar.

“Jadi artinya memang Kramat Jati ini betul-betul menjadi sentra buahnya Jakarta,” ujarnya.

Kebakaran di Blok C2 Los Buah Pasar Induk Kramat Jati sendiri terjadi pada Senin pagi, 15 Desember 2025. Insiden tersebut menghanguskan sekitar 350 kios yang ditempati 121 pedagang dengan total luas area mencapai 6.196 meter persegi.

Pramono menyebutkan, total kerugian akibat kebakaran itu diperkirakan mencapai Rp10 miliar.

“Paling lama lima hari sudah selesai sehingga para pedagang tetap bisa berdagang dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” kata Pramono.

Ia menambahkan, Blok C2 yang terbakar merupakan salah satu pusat pemasok buah utama di Jakarta. Karena itu, ia meminta agar proses renovasi dilakukan secepat mungkin agar pasokan buah menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 tidak terganggu.

“Penanganannya saya minta untuk cepat lima hari harus selesai supaya tidak mengganggu supply atau pengadaan dalam rangka menyambut Natal dan Tahun Baru,” tegasnya.

Pramono juga mengungkapkan bahwa bangunan Pasar Induk Kramat Jati yang dikelola oleh Perumda Pasar Jaya telah diasuransikan, sehingga biaya renovasi sepenuhnya akan ditanggung pihak asuransi.

“Akan ditangani oleh asuransi untuk renovasinya,” ucap Mas Pram, sapaan akrabnya.

Advertisement

Selain itu, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyalurkan bantuan tunai kepada para pedagang terdampak sebesar Rp5 juta per orang untuk memenuhi kebutuhan hidup sementara selama proses renovasi berlangsung.

“Kita memberikan bantuan kepada pedagang 121 ya. Rp5 juta setiap pedagang karena supaya mereka bisa tetap bertahan untuk lima hari ini lah gitu ya,” pungkasnya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID