Nasional . 16/12/2025, 21:19 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Selain bantuan pakaian, Kemendagri juga telah menambah alokasi Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan total nilai Rp268 miliar untuk penanganan banjir di Sumatra.
Rinciannya, Rp60 miliar dialokasikan untuk tiga provinsi terdampak, sementara Rp208 miliar disalurkan ke 52 kabupaten dan kota yang terkena dampak banjir.
“Pemerintah daerah diarahkan untuk memprioritaskan kebutuhan individu warga terdampak, seperti pakaian, sabun, sampo, perlengkapan bayi, dan kebutuhan perempuan,” ujar Tito.
Ia juga menyampaikan bahwa solidaritas antardaerah terus mengalir. Hingga Senin (15/12/2025), bantuan dari berbagai daerah telah mencapai Rp46 miliar, baik dalam bentuk dana tunai maupun logistik dan tenaga medis.
Di tengah upaya percepatan bantuan, jumlah korban jiwa akibat banjir besar di Sumatra terus bertambah.
BNPB mencatat, hingga Senin kemarin, korban meninggal dunia mencapai 1.030 jiwa, bertambah 14 orang dibandingkan hari sebelumnya. Selain itu, 206 orang masih dinyatakan hilang, sementara jumlah pengungsi tercatat mencapai 608.940 orang.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyebut angka tersebut masih berpotensi meningkat seiring proses pencarian korban yang belum ditemukan.
Pengiriman pakaian gagal ekspor yang dibebaskan dari PPN dinilai sebagai langkah strategis dan cepat di tengah krisis kemanusiaan.
Selain membantu pengungsi, kebijakan ini juga mencegah pemborosan barang layak pakai yang seharusnya tidak terbuang sia-sia.
Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat distribusi bantuan, memperkuat koordinasi lintas kementerian, serta memastikan seluruh bantuan benar-benar dirasakan oleh masyarakat terdampak.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media