Intinya:
- Presiden Kantongi Bukti Keterlibatan Oknum TNI/Polri dalam Illegal Logging
- Perintah Penindakan Tegas Kepada Panglima TNI dan Kapolri
- Kerusakan Hutan Akibat Kebijakan Menjadi Penyebab Utama Bencana Kemanusiaan
Sangat Mengejutkan! Presiden Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara soal dugaan oknum TNI dan Polri yang terlibat dalam praktik illegal logging di Sumatra, yang dicurigai menjadi pemicu utama banjir bandang yang menewaskan lebih dari 1.000 jiwa! Di hadapan Panglima TNI dan Kapolri, Prabowo menegaskan sudah mengantongi laporan lengkap keterlibatan aparat dan memerintahkan penindakan tegas tanpa pandang bulu untuk menyelamatkan ekosistem dari krisis ekologis yang fatal.
fin.co.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto akhirnya angkat bicara secara terbuka soal dugaan keterlibatan oknum pejabat TNI dan Polri dalam praktik perusakan hutan di Sumatra.
Praktik ilegal tersebut diduga kuat menjadi salah satu penyebab utama banjir bandang dan longsor besar yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra dalam beberapa pekan terakhir.
Pernyataan tegas itu disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, yang ditayangkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden pada Senin 15 Desember 2025.
Di hadapan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Presiden mengungkap bahwa laporan mengenai keterlibatan aparat negara dalam bisnis illegal logging sudah ia terima secara lengkap.
Nama Oknum Aparat Sudah Dikantongi Presiden
Prabowo menegaskan bahwa praktik perusakan hutan ini bukan sekadar isu liar, melainkan telah didukung oleh laporan internal, termasuk dari unsur TNI sendiri. Ia menyebut adanya oknum aparat dan pejabat dari berbagai instansi yang saling bersekongkol dalam penyelundupan kayu dan eksploitasi sumber daya alam secara ilegal.
“Dari pihak TNI sendiri yang melaporkan, ada pejabat-pejabat, ada petugas-petugas TNI yang terlibat. Dapat laporan juga petugas-petugas Polri terlibat,” tegas Prabowo.
Menurut Kepala Negara, praktik ilegal tersebut bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga menggerogoti ekonomi nasional serta memperparah risiko bencana ekologis yang kini dirasakan langsung oleh masyarakat.