Purbaya Blak-blakan: Kalau Ekonomi Tak 6,7 Persen, Lulusan Baru Susah Kerja!

news.fin.co.id - 17/12/2025, 20:08 WIB

Purbaya Blak-blakan: Kalau Ekonomi Tak 6,7 Persen, Lulusan Baru Susah Kerja!

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjawab pertanyaan wartawan dalam wawancara cegat di Jakarta, Senin (27/10/2025). ANTARA/Imamatul Silfia.

Kebijakan ini dirancang untuk melawan siklus alami ekonomi, yakni dengan memberikan stimulus ketika ekonomi melambat.

“Saat ekonomi melambat, pemerintah akan memberikan dorongan agar aktivitas ekonomi kembali bergerak,” ujar Purbaya.

Dorongan tersebut bisa berupa:

Advertisement
  • Peningkatan belanja pemerintah

  • Insentif untuk dunia usaha

  • Dukungan pembiayaan bagi sektor produktif

  • Stimulus investasi

Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memacu pertumbuhan yang berkelanjutan.

Salah satu fokus utama pemerintah ke depan adalah mengaktifkan kembali potensi investasi yang selama ini belum bergerak optimal.

Purbaya menilai masih banyak sektor ekonomi yang memiliki peluang besar, tetapi belum tergarap maksimal akibat berbagai hambatan, mulai dari ketidakpastian global hingga perlambatan ekonomi domestik.

“Yang saya targetkan adalah menghidupkan semula investasi ekonomi yang kemarin menganggur,” tegasnya.

Dengan investasi yang kembali bergerak, sektor industri, jasa, dan UMKM diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan kerja, terutama bagi generasi muda.

Meski tantangan besar menghadang, Purbaya tetap optimistis Indonesia mampu memanfaatkan bonus demografi sebagai kekuatan, bukan beban.

Pertumbuhan ekonomi yang inklusif diyakini dapat menjadikan generasi muda bukan hanya pencari kerja, tetapi juga motor penggerak pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan.

“Targetnya jelas, anak muda bukan sekadar dapat kerja, tapi ikut mendorong ekonomi Indonesia naik kelas,” pungkasnya.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID