Jantung Sumatera Lumpuh! Jalur Lembah Anai Putus, AHY: Dampak Tata Ruang Bermasalah

news.fin.co.id - 22/12/2025, 20:43 WIB

Jantung Sumatera Lumpuh! Jalur Lembah Anai Putus, AHY: Dampak Tata Ruang Bermasalah

Petugas Kementerian Kehutanan dan Dinas Kehutanan Provinsi Aceh mengambil sampel kayu gelondongan yang terbawa arus luapan Sungai Tamiang, di area pasantren Islam Terpadu Darul Mukhlishin, Desa Tanjung Karang, Aceh Tamiang, Aceh, Jumat (19/12/2025). Kemenhut telah mengirim tim verifikasi dan membentuk tim investigasi gabungan bersama Polri untuk menelusuri asal-usul kayu gelondongan yang ditemukan pascabencana banjir di Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Provinsi Aceh. ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Namun, AHY mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan dapat berubah sesuai hasil pendataan lanjutan di lapangan.

“Yang perlu kita pastikan nanti akan ada perencanaan sesuai dengan prioritas, satu tahun ke depan, dua tahun ke depan seperti apa,” katanya.

Jalur Lembah Anai Jadi Titik Krusial Pemulihan

Dalam waktu dekat, pemerintah memprioritaskan pemulihan infrastruktur yang bersifat vital, salah satunya jalur darat penghubung Sumatera Barat dan Riau.

AHY menyoroti Jalur Lembah Anai sebagai titik krusial karena menjadi nadi transportasi yang menghubungkan Padang, Padang Panjang, Payakumbuh, Tanah Datar, hingga Lima Puluh Kota.

“Jalur itu putus total, padahal itu jantungnya. Sekarang sudah jauh lebih baik, tetapi tentu belum permanen. Nah inilah yang perlu kita perkuat terus dalam waktu-waktu ke depan,” ujarnya.

Penguatan jalur ini dinilai sangat penting untuk mendukung pemulihan ekonomi, distribusi logistik, serta mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya.

Ke depan, pemerintah berharap evaluasi tata ruang tidak hanya menjadi respons sesaat akibat bencana, tetapi benar-benar menjadi langkah korektif jangka panjang.

Dengan penataan ruang yang disiplin, penegakan hukum yang tegas, serta relokasi warga ke kawasan aman, risiko bencana serupa diharapkan dapat ditekan secara signifikan.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID