Viral . 23/12/2025, 10:30 WIB

Lagi Kerja di Sawah, Samuji Kaget Namanya Diumumkan Meninggal Dunia Lewat Pengeras Suara Masjid

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Samuji (65), warga Desa Jambean Wangi, Kecamatan Jatirogo, Tuban, sempat dibuat syok bukan main. Bayangkan saja, namanya tiba-tiba diumumkan telah meninggal dunia lewat pengeras suara masjid, padahal saat itu ia masih sehat dan sedang mencari rumput di sawah.

Kejadian aneh sekaligus menghebohkan itu bermula ketika Samuji mendengar kabar kematiannya sendiri saat sedang beraktivitas di sawah. Tak menunggu lama, ia langsung bergegas pulang ke rumah untuk memastikan apa yang sebenarnya terjadi.

Sesampainya di rumah, Samuji dibuat makin kaget. Warga sudah ramai berkumpul untuk takziah, bahkan sebuah jenazah yang dikira dirinya sudah berada di rumah dan siap dimakamkan. Padahal, Samuji berdiri di sana dalam kondisi sehat tanpa kurang apa pun.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis18 Desember pagi. Pengumuman dari pengeras suara masjid yang menyebut Samuji telah meninggal dunia membuat warga berbondong-bondong datang ke rumah duka. Situasi pun semakin ramai, dan prosesi pemakaman nyaris dilakukan.

Suasana mendadak berubah saat Samuji muncul di tengah-tengah warga. Kedatangannya sontak membuat geger keluarga dan para pelayat yang sudah berkumpul. Saat itulah terungkap bahwa telah terjadi kesalahan besar dalam identifikasi jenazah.

Samuji kemudian menjelaskan bahwa dirinya memang sempat mendengar pengumuman kematian itu dari sawah. Karena penasaran sekaligus khawatir, ia buru-buru pulang untuk memastikan kebenarannya. Dari situlah warga akhirnya sadar bahwa Samuji masih hidup dan sehat.

Lalu, muncul pertanyaan besar: jenazah siapa yang selama ini disangka Samuji?

Kapolsek Jatirogo, Iptu Arif Nugroho, menjelaskan bahwa jenazah tersebut ternyata adalah Pardi, warga dari desa tetangga. Menurutnya, kesalahan ini terjadi karena wajah Pardi dan Samuji dinilai memiliki kemiripan, ditambah usia keduanya yang tidak jauh berbeda.

"Kami datang di TKP ternyata sudah banyak warga. Ada sedikit perdebatan, sebagian warga ada yang menerangkan itu warga Jambean Wangi, atas nama Samuji, tapi sebagian warga lagi ada yang menyatakan bukan Samuji," kata Arif, Minggu (21/12/2025).

Ia menerangkan, kejadian ini bermula dari laporan penemuan mayat di sawah pada hari yang sama. Polisi pun langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal dan olah tempat kejadian perkara.

Namun, sebelum identitas jenazah dipastikan secara menyeluruh, sebagian warga yang meyakini jenazah tersebut adalah Samuji langsung menghubungi pihak keluarga. Bahkan, kabar duka itu terlanjur diumumkan melalui pengeras suara masjid.

"Mereka ini belum diteliti secara detail korbannya sudah ada yang buru-buru hubungi keluarga Samuji dan informasi kematian ini langsung disiarkan di pengeras suara masjid setempat," tutur Arif.

Istri Samuji yang mendengar kabar duka itu pun segera datang ke lokasi sawah yang jaraknya sekitar 300 meter dari rumah. Namun, karena kondisi emosional, ia tidak sempat memastikan secara langsung identitas jenazah tersebut.

"Warga di TKP ini saya minta ngecek lagi secara detail korban tapi nggak ada yang berani. Bahkan istri Samuji datang ke sawah juga nggak ngecek itu suami atau bukan karena terus nangis," imbuh Arif.

Karena diyakini sebagai Samuji, jenazah tersebut akhirnya dibawa ke rumah duka. Warga pun terus berdatangan setelah mendengar pengumuman dari masjid, hingga suasana rumah semakin ramai.

Kegemparan baru benar-benar terjadi saat jenazah hendak dimakamkan. Di saat itulah Samuji muncul di rumahnya sendiri, sementara jenazah yang disangka dirinya masih berada di dalam rumah.

"Pak Samuji tiba di rumahnya, jenazah Pak Pardi masih di dalam rumah. Tapi nggak lama keluarga Pak Pardi datang untuk mengambilnya," tutur Arief.

"Memang terjadi kemiripan wajah dan kebetulan usia juga nggak jauh beda antara almarhum ak Pardi dan Samuji ini," imbuhnya.

Tak lama kemudian, keluarga Pardi datang ke rumah Samuji untuk menjemput jenazah. Jenazah almarhum Pardi lalu dibawa pulang ke rumah duka aslinya menggunakan ambulans yang jaraknya sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian.

"Kebetulan ini tetangga desa rumahnya almarhum Pak Pardi ini, hanya sekitar 3 km dari lokasi kejadian. Setibanya di rumah duka, jenazah dilakukan visum bersama tim medis dan didapati keterangan dari pihak keluarga memang korban punya riwayat sakit jantung," tandas Arif. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com