Nasional . 23/12/2025, 11:47 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
BNPB menargetkan warga terdampak banjir sudah bisa menempati hunian sementara sebelum memasuki bulan Ramadan 2026. Dengan begitu, masyarakat dapat menjalani ibadah dengan lebih tenang dan kondisi kehidupan yang lebih layak.
“Harapannya, warga terdampak sudah bisa pindah ke hunian sementara jelang bulan Ramadan 2026,” ungkapnya.
Selain itu, proses pembersihan lahan dan lingkungan terdampak bencana juga telah rampung, sehingga aktivitas ekonomi masyarakat perlahan mulai kembali berjalan.
“Roda ekonomi masyarakat diharapkan dapat mulai bergulir kembali,” tambah Muhari.
Dalam mendukung proses tanggap darurat dan pemulihan, BNPB mencatat total dukungan logistik nasional mencapai 1.297 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.252 ton sudah terdistribusi, sementara sekitar 40 ton disiapkan sebagai stok penyangga.
Distribusi bantuan dilakukan dengan berbagai metode menyesuaikan kondisi wilayah:
Sumatera Utara dan Sumatera Barat: Distribusi darat berjalan optimal
Aceh: Distribusi dilakukan secara berjenjang menggunakan helikopter dan pesawat kargo
Untuk daerah terpencil seperti Aceh Tengah dan Bener Meriah yang masih sulit diakses melalui jalur darat, TNI dan Polri berperan aktif mengirimkan koordinat titik pengungsian setiap hari.
Bantuan kemudian dijatuhkan langsung melalui jalur udara secara rutin agar kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi.
BNPB menegaskan, pembangunan hunian bagi korban banjir Sumatera tidak hanya berorientasi pada kecepatan, tetapi juga pada keamanan dan keberlanjutan.
Penentuan lokasi yang aman di luar zona rawan bencana menjadi kunci agar masyarakat tidak kembali menghadapi ancaman serupa di kemudian hari.
Dengan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan masyarakat, proses pemulihan pascabanjir diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan harapan baru bagi para korban. (*)
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media