Ukraina Mundur dari Siversk! Pertempuran Natal Berdarah, Anak 4 Tahun Tewas Diserang Drone Rusia

news.fin.co.id - 24/12/2025, 20:37 WIB

Ukraina Mundur dari Siversk! Pertempuran Natal Berdarah, Anak 4 Tahun Tewas Diserang Drone Rusia

Ukraina dan Rusia siap lakukan pertukaran tahanan terbesar. Ribuan orang bakal dipulangkan lewat kesepakatan damai di Istanbul

Tak hanya menimbulkan korban jiwa, serangan Rusia juga berdampak besar terhadap infrastruktur energi Ukraina. Beberapa wilayah terpaksa mengalami pemadaman listrik darurat, tepat ketika suhu udara berada di titik terendah musim dingin.

Para pekerja energi dan teknisi dikerahkan secara darurat untuk memperbaiki jaringan listrik yang rusak akibat serangan drone dan rudal. Namun, cuaca ekstrem dan intensitas serangan membuat proses pemulihan berjalan lambat.

Selain di Donetsk, korban jiwa juga dilaporkan di wilayah Kyiv dan Khmelnytskyi akibat serangan udara Rusia. Ledakan dan serangan drone menyebabkan kerusakan bangunan serta memaksa warga mengungsi ke tempat perlindungan.

Di sisi lain, Rusia juga melaporkan korban di wilayahnya. Satu orang tewas dan tiga lainnya luka-luka, termasuk seorang remaja laki-laki, setelah serangan pesawat tak berawak Ukraina menghantam kawasan perbatasan Belgorod.

Advertisement

Militer Rusia mengklaim telah melancarkan serangan besar-besaran menggunakan drone jarak jauh dan rudal hipersonik yang menyasar fasilitas militer serta energi Ukraina.

Wilayah Odesa di selatan Laut Hitam kembali menjadi target utama, seiring peningkatan intensitas serangan dalam beberapa hari terakhir.

Pada Senin (22/12/2025), Rusia menyatakan ada kemajuan awal dalam pembicaraan terkait rencana AS untuk mengakhiri perang. Namun, Kyiv dan sekutu Baratnya disebut masih berusaha menyesuaikan proposal awal yang dinilai terlalu mengakomodasi tuntutan Rusia.

Meski demikian, hingga kini belum ada tanda-tanda terobosan signifikan yang dapat menghentikan pertempuran dalam waktu dekat.

Penarikan pasukan Ukraina dari Siversk menjadi bukti bahwa perang Ukraina-Rusia masih jauh dari kata usai. Di tengah upaya diplomasi internasional, realitas di lapangan justru menunjukkan eskalasi kekerasan yang terus berlanjut, dengan warga sipil kembali menjadi korban terbesar.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID