Dalam kesempatan itu, Trump menyatakan telah menetapkan Nigeria sebagai Country of Particular Concern, atau negara yang masuk dalam kategori perhatian khusus. Ia pun menyebut tidak menutup kemungkinan opsi pengiriman pasukan Amerika Serikat ke Nigeria.
Sejalan dengan pernyataan tersebut, Hegseth menyampaikan bahwa Departemen Pertahanan AS, atas instruksi Trump, tengah menyiapkan sejumlah langkah terkait situasi di Nigeria.
Nigeria sendiri tercatat menempati peringkat ketujuh dalam daftar negara dengan tingkat penganiayaan paling ekstrem terhadap umat Kristen, berdasarkan laporan tahunan World Watch List 2025 yang dirilis oleh Open Doors.
Sementara itu, pada Oktober lalu, majelis tinggi parlemen Nigeria membentuk sebuah komite khusus untuk menindaklanjuti perhatian dan kekhawatiran internasional mengenai penganiayaan terhadap umat Kristen di negara tersebut. *