Hasil TKA SMA 2025 Resmi Dirilis: Geografi Tertinggi, Bahasa Inggris Jadi Sorotan Evaluasi

news.fin.co.id - 27/12/2025, 20:48 WIB

Hasil TKA SMA 2025 Resmi Dirilis: Geografi Tertinggi, Bahasa Inggris Jadi Sorotan Evaluasi

Murid-murid Sekolah Rakyat SRMP 11 Bandung Barat sedang beraktivitas di kelas - Dok PU -

Di sisi lain, hasil TKA 2025 juga menampilkan tantangan besar pada sejumlah mata pelajaran, terutama Bahasa Inggris. Mata pelajaran ini mencatatkan nilai rata-rata terendah, yakni 26,33, meski diikuti oleh lebih dari 2 juta siswa dari 23.208 SMA.

Selain Bahasa Inggris, nilai rendah juga terlihat pada:

  • Bahasa Korea: rata-rata 30,50

  • Ekonomi: rata-rata 32,24

Rendahnya capaian ini mengindikasikan perlunya evaluasi serius terhadap metode pembelajaran, khususnya pada mata pelajaran yang menuntut penguasaan bahasa asing, pemahaman konsep abstrak, serta analisis ekonomi.

Advertisement

Daftar Mata Pelajaran dan Nilai Rata-rata TKA SMA 2025

Secara berurutan dari nilai rata-rata tertinggi hingga terendah, hasil TKA SMA 2025 mencakup:

Geografi, Antropologi, Bahasa Indonesia Lanjut, Bahasa Arab, Bahasa Mandarin, Sejarah, PPKn, Sosiologi, Bahasa Indonesia, Bahasa Jepang, Biologi, dan Bahasa Inggris.

Urutan ini memberikan gambaran jelas bidang studi mana yang sudah cukup kuat dan mana yang masih membutuhkan perhatian lebih serius.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menegaskan bahwa TKA tidak dimaksudkan sebagai alat untuk memberi label pada siswa maupun membandingkan sekolah.

“Hasil TKA merupakan alat refleksi untuk membaca kebutuhan nyata pembelajaran di kelas dan mendorong peningkatan kualitas pendidikan,” ujarnya dalam laporan resmi Kemendikdasmen.

Ia menambahkan, data TKA seharusnya menjadi pijakan bagi guru, sekolah, dan pemangku kebijakan untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih tepat sasaran, tanpa tekanan ranking atau stigma nilai rendah.

Rilis hasil TKA SMA 2025 memberikan gambaran objektif tentang kondisi akademik siswa Indonesia di berbagai mata pelajaran.

Dengan pendekatan penilaian yang lebih adil dan berbasis data, TKA diharapkan mampu mendorong perbaikan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan.

Alih-alih menjadi sumber tekanan, hasil ini diharapkan menjadi cermin refleksi bagi dunia pendidikan, agar proses belajar mengajar semakin relevan, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan nyata siswa di kelas.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID