Selain itu, Kota Sibolga masih menampung 354 pengungsi. Kabupaten Humbang Hasundutan melaporkan 855 orang mengungsi, sementara Kabupaten Langkat menjadi rumah sementara bagi 2.856 warga yang kehilangan tempat tinggal. Yang paling sedikit terdata, namun tetap penting, adalah Kabupaten Nias yang melaporkan delapan orang masih berada di pengungsian.
Data Terus Diperbarui, Penanganan Berlangsung Intensif
Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, menegaskan bahwa data yang dirilis ini masih merupakan laporan sementara. Pusdalops PB Sumut terus berupaya mengumpulkan informasi terkini dari lapangan.
"Data merupakan update 5 Januari 2026 pukul 17.00 WIB," jelas Sri Wahyuni. Informasi ini sangat krusial untuk memastikan bantuan dan penanganan dapat disalurkan secara efektif dan tepat sasaran kepada mereka yang paling membutuhkan.
Dia menambahkan, berbagai upaya penanganan bencana terus digalakkan di masing-masing wilayah terdampak. Kolaborasi antara pemerintah daerah, instansi terkait, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci utama dalam mengatasi krisis ini. Seluruh pihak berupaya semaksimal mungkin untuk meringankan beban para korban bencana.
"Untuk perkembangan atas bencana itu akan terus diinformasikan termasuk data-datanya," ujar Sri Wahyuni, memberikan harapan bahwa transparansi informasi akan terus dijaga. Perkembangan situasi dan data terbaru akan selalu disampaikan kepada publik agar masyarakat tetap terinformasi.
Wajah Bencana Sumut: 19 Kabupaten/Kota Terpapar
Skala bencana alam di Sumatera Utara ternyata jauh lebih luas dari yang terlihat dari data pengungsi semata. Pusdalops PB mencatat, total ada 19 kabupaten/kota yang telah terlanda bencana alam. Ini menunjukkan bahwa potensi risiko bencana di provinsi ini sangat tinggi dan perlu menjadi perhatian serius.
Kabupaten dan kota yang teridentifikasi terdampak meliputi Kota Medan, Kota Tebingtinggi, Kota Binjai, Kota Padangsidimpuan, dan Kota Sibolga. Wilayah lainnya yang juga terkena dampak termasuk Kabupaten Deliserdang, Kabupaten Serdangbedagai, Kabupaten Langkat, Kabupaten Humbang Hasundutan, serta Kabupaten Pakpak Bharat.